Ilustrasi Saham Multibagger. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Pernah mendengar istilah saham multibagger? Bagi investor, istilah ini sering dikaitkan dengan saham yang mampu memberikan keuntungan berkali-kali lipat dari harga beli awal.
Karena potensi return yang besar, saham jenis ini jadi incaran banyak investor. Tapi tentu saja, peluang cuan besar biasanya datang bersama risiko yang juga tinggi.
Lalu, apa itu saham multibagger dan bagaimana cara mengenalinya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Baca juga: Apa Bedanya Nasdaq, S&P 500, dan Dow Jones? Panduan Simpel Biar Nggak Bingung Mulai Investasi
Saham multibagger adalah saham yang harga naik berkali-kali lipat dari harga belinya. Istilah ini populer dari investor legendaris Peter Lynch.
Peter menyebutkan istilah multibagger di dalam bukunya One Up on Wall Street, kata “bags” sendiri diambil dari istilah olahraga baseball yaitu poin yang harus dilampaui oleh pemain.
Biasanya saham seperti ini tidak naik dalam waktu singkat, melainkan mengikuti pertumbuhan bisnis yang konsisten selama bertahun-tahun.
Baca juga: Investasi Return 10 Persen per Tahun, Simak Opsi dan Risikonya
Perusahaan memiliki bisnis sehat, laba bertumbuh, manajemen baik, dan arus kas cukup stabil.
Semua ini penting agar kenaikan saham didukung kinerja nyata, bukan sekadar hype.
Harga saham dianggap masih murah dibanding nilai bisnisnya. Artinya, pasar belum sepenuhnya menghargai potensi perusahaan tersebut.
Perusahaan berada di sektor yang masih berkembang dan memiliki peluang ekspansi besar di masa depan.
Misalnya sektor teknologi, kesehatan, energi baru, konsumer, atau bisnis dengan pasar luas.
Perusahaan dengan utang berlebihan cenderung lebih berisiko. Karena itu, investor biasanya melihat apakah rasio utangnya masih sehat.
Pendapatan, laba, atau aset perusahaan menunjukkan tren naik dari tahun ke tahun.
Perusahaan dengan pemimpin yang kompeten biasanya lebih mampu menjalankan strategi jangka panjang.
Baca juga: Apa Itu Stop Loss dan Take Profit? Ini Penjelasannya untuk Pemula
Jangan hanya lihat grafik naik turun, tapi pahami juga model bisnis perusahaan dan cara mereka menghasilkan uang.
Cek pendapatan, laba bersih, utang, arus kas, dan margin keuntungan.
Misalnya brand kuat, teknologi unggul, pelanggan loyal, atau jaringan distribusi luas.
Saham multibagger biasanya butuh waktu, karena tidak selalu naik cepat dalam hitungan minggu atau bulan.
Jangan taruh semua dana di satu saham, tapi sebar risiko ke beberapa emiten.
Terkadang saham bagus bergerak lambat di awal, sehingga investor jangka panjang biasanya lebih berpeluang menikmati hasilnya.
Baca juga: Apa Itu Risk Appetite? Ini Pentingnya untuk Investor Pemula
Meski menarik, saham jenis ini tetap ada risiko.
Saham multibagger adalah saham yang mampu naik berkali-kali lipat dari harga beli awal. Jenis saham ini banyak dicari, karena berpotensi memberi cuan besar dalam jangka panjang.
Untuk menemukannya, fokuslah pada perusahaan dengan fundamental kuat, prospek bisnis bagus, valuasi menarik, dan pertumbuhan konsisten.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BNI Sekuritas