Ilustrasi Stop Loss dan Take Profit. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Bagi kamu yang baru terjun ke dunia trading, istilah stop loss dan take profit wajib untuk dipahami. Soalnya, dua hal ini bisa jadi senjata utama untuk jaga modal agar nggak boncos dan bisa jaga peluang cuan dengan lebih aman.
Dalam dunia trading, manajemen risiko itu penting. Nggak hanya soal cari untung, tapi juga bagaimana cara mengontrol kerugian. Nah, di sinilah peran stop loss dan take profit jadi krusial.
Baca juga: Apa Itu Saham Blue Chip? Simak Pengertian, Keunggulan, hingga Risikonya
Simpelnya, stop loss itu batas maksimal kerugian yang kamu siap terima. Jadi jika harga sudah menyentuh titik itu, posisi kamu otomatis ditutup agar kerugian nggak semakin dalam.
Sedangkan take profit adalah target keuntungan. Jika harga sudah sampai di titik yang kamu tentukan, posisi akan otomatis ditutup dan kamu mengunci profit tersebut.
Dua fitur ini biasanya sudah tersedia di hampir semua platform trading, jadi kamu tinggal atur sesuai strategi.
Tanpa stop loss, kamu bisa saja terjebak menahan posisi yang sudah rugi dengan harapan kembali lagi. Padahal, kenyataannya malah bisa semakin turun dan membuat rugi semakin besar.
Take profit membuat kamu nggak overgreedy. Banyak trader yang awalnya sudah untung, tapi karena nunggu harga naik terus, malah berbalik arah dan profitnya hilang. Nah, take profit bantu cegah hal ini.
Baca juga: Daftar Emiten Transportasi dan Logistik di Bursa Efek Indonesia, Apa Saja?
Dengan menggunakan stop loss dan take profit, kamu jadi punya aturan dan batasan yang jelas. Jadi nggak asal entry dan exit hanya karena feeling atau emosi sesaat.
Trading itu bukan soal tebak-tebakan, tapi soal strategi dan konsistensi. Dua tools ini bantu kamu tetap terkendali di tengah market yang sedang naik turun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Heygotrade.com