Ilustrasi Risk Appetite dalam Investasi. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Bagi kamu yang baru mulai investasi, istilah risk appetite wajib dipahami pemula karena ini bisa jadi arah untuk menentukan risikonya.
Setiap orang berbeda-beda, ada yang santai walau harga naik turun tajam, ada juga yang langsung panik jika rugi dikit. Nah, di sinilah pentingnya mengerti risk appetite sebelum asal masuk ke saham, reksa dana, atau instrumen lain.
Baca juga: Apa Itu Saham Blue Chip? Simak Pengertian, Keunggulan, hingga Risikonya
Risk appetite adalah seberapa besar kamu siap menghadapi risiko dalam investasi. Artinya, kamu harus tahu batas nyaman kamu saat menghadapi kemungkinan rugi atau fluktuasi pasar.
Karena faktanya, nggak semua orang kuat lihat portofolio merah. Jadi, penting untuk kenal diri sendiri sebelum mulai.
Dengan ngerti risk appetite, kamu jadi bisa menentukan strategi investasi yang cocok, pilih instrumen sesuai kenyamanan, dan nggak mudah panik saat market turun.
Baca juga: Apa Itu Surat Berharga Negara? Pengertian, Jenis, dan Cara Membelinya
Tipe risk appetite investor ada dua, antara lain:
Tipe ini siap ambil risiko tinggi demi potensi cuan yang lebih besar. Biasanya, mereka nyaman dengan saham atau instrumen yang fluktuatif.
Lebih suka yang aman dan stabil. Nggak terlalu mengejar cuan besar, yang penting dana tetap aman.
Mereka yang masih muda biasanya lebih berani ambil risiko karena memiliki waktu lebih panjang untuk recover.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mandiri Sekuritas