Ilustrasi paylater atau cicilan digital (Freepik)
INDOZONE.ID - Kemudahan transaksi digital membuat belanja kini semakin praktis. Tinggal klik, barang datang.
Bahkan, sekarang banyak platform memiliki fitur paylater atau cicilan digital, di mana pengguna tidak perlu langsung bayar.
Layanan seperti Shopee PayLater atau GoPay PayLater semakin populer di kalangan anak muda.
Tapi di balik kemudahannya muncul pertanyaan penting, apakah ini solusi finansial atau justru jebakan utang?
Baca juga: Keberlangsungan Paylater di Tengah Dinamika Ekonomi Digital
Paylater adalah metode pembayaran yang memungkinkan kamu membeli sekaran dan membayar nanti, biasanya dengan tenor tertentu (1 bulan, 3 bulan, hingga 12 bulan).
Alasan kenapa fitur ini digemari, yaitu:
Buat sebagian orang, paylater terasa seperti penolong di saat dompet sedang tipis.
Tidak bisa dipungkiri, paylater punya manfaat jika digunakan dengan bijak.
Di balik kemudahannya, paylates juga menyimpan risiko yang sering tidak disadari.
Karena tidak langsung membayar, banyak orang merasa masih punya uang dan akhirnya belanja lebih banyak dari kemampuan.
Meski terlihat ringan, bunga dan biaya admin bisa menumpuk. Kalau telat bayar, dendanya juga tidak kecil.
Seringkali orang menggunakan lebih dari satu layanan paylater. Akibatnya tagihan datang bersamaan, gaji habis hanya untuk bayar utang, dan sulit menabung.
Beberapa layanan paylater sudah terhubung dengan sistem penilaian kredit. Jika sering telat bayar, ini bisa berdampak saat kamu ingin mengajukan pinjaman di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Frontiersin.org, Forbes