Ilustrasi Investasi Obligasi. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Lagi mulai tertarik investasi tapi masih ingin yang lebih ramah pemula dibanding saham? Nah, obligasi bisa jadi opsi yang patut kamu lirik.
Instrumen ini sering disebut-sebut cocok untuk pemula karena mekanismenya relatif simpel dan risikonya cenderung lebih terukur.
Agar kamu nggak hanya ikut-ikutan tren, yuk pahami dulu sebenarnya apa itu investasi obligasi dan bagaimana cara kerjanya.
Baca juga: Apa Itu Mutasi Rekening? Ini Pengertian, Fungsi, dan Bedanya dengan Rekening Koran
Investasi obligasi adalah aktivitas meminjamkan uang ke penerbit, bisa pemerintah atau perusahaan dalam jangka waktu tertentu.
Sebagai gantinya, kamu akan dapat imbal hasil berupa bunga rutin yang biasanya disebut kupon, hingga dana pokok akan dikembalikan saat jatuh tempo.
Di Indonesia, obligasi pemerintah yang cukup populer misalnya Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dan Savings Bond Ritel (SBR). Selain itu, ada juga obligasi korporasi yang diterbitkan perusahaan swasta untuk kebutuhan ekspansi atau operasional bisnis.
Jadi, alih-alih beli kepemilikan perusahaan seperti di saham, di obligasi kamu posisinya sebagai pemberi pinjaman.
Kamu cukup membeli obligasi, lalu dana itu dipakai penerbit untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembiayaan proyek sampai pengembangan usaha.
Sebagai imbalannya, penerbit janji akan membayar kupon secara rutin sesuai periode yang ditentukan (bulanan atau tahunan, tergantung jenisnya). Setelah masa obligasi selesai, dana pokok kamu akan dikembalikan penuh.
Baca juga: Memahami Demand dalam Bisnis: Pengertian, Faktor yang Memengaruhi dan Contohnya
Contohnya, kamu beli obligasi Rp10.000.000 dengan kupon 6% per tahun selama tiga tahun. Artinya, setiap tahun kamu dapat Rp600.000. Setelah tiga tahun, Rp10.000.000 tadi dikembalikan utuh. Simpel dan lebih terprediksi dibanding fluktuasi saham yang bisa naik-turun.
Untuk kamu yang mencari instrumen lebih stabil, ini beberapa alasan kenapa obligasi menarik
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mandiri Sekuritas