Ilustrasi demand. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Dalam dunia bisnis, istilah demand atau permintaan itu sangat penting. Bisa dibilang, ini salah satu mesin utama yang membuat roda ekonomi terus berputar.
Secara simpel, demand adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli konsumen pada berbagai tingkat harga, dengan asumsi faktor lainnya tetap konstan.
Biasanya, demand punya hubungan terbalik dengan harga.
Baca juga: ARB Saham dalam Pasar Modal, Ini Penyebab dan Dampaknya bagi Investor
Dalam istilah ekonomi, hal ini sering disebut ceteris paribus (faktor lain dianggap tetap).
Permintaan itu nggak hanya soal harga, tapi ada banyak hal yang membuat orang jadi mau atau nggak mau membeli sesuatu.
Ini adalah faktor paling dasar, karena kalau harga naik, biasanya orang akan berpikir dua kali untuk membeli. Kalau harga turun, biasanya pembeli makin tertarik.
Barang substitusi itu barang pengganti, agar permintaan bisa naik. Misalnya kopi dan teh, jika harga kopi naik, sebagian orang bisa beralih ke teh. Sebaliknya, jika harga barang pengganti turun, permintaan barang utama bisa menurun.
Baca juga: Mau Mulai Usaha? Ini 7 Ide Bisnis Online yang Ramah untuk Pemula
Barang komplementer itu yang adalah barang dipakai bersamaan, contohnya mobil dan bensin. Kalau harga bensin naik drastis, orang bisa jadi mikir ulang untuk membeli mobil karena biaya operasionalnya mahal. Artinya, permintaan mobil bisa ikut terdampak.
Kalau penghasilan naik, biasanya orang juga jadi lebih sering berbelanja. Untuk barang normal, permintaan naik saat pendapatan naik. Tapi untuk barang inferior (misalnya barang murah yang biasanya dibeli karena keterbatasan dana), justru bisa turun ketika pendapatan meningkat.
Tren itu sangat kuat pengaruhnya. Barang yang dulu terlihat biasa saja, bisa tiba-tiba laku karena viral. Selera dan preferensi konsumen bisa berubah karena budaya, gaya hidup, atau media sosial.
Kalau orang merasa harga bakal naik minggu depan, biasanya mereka akan membeli barang itu sekarang. Sebaliknya, kalau orang merasa harga akan turun, mereka bisa menunda beli barang tersebut.
Usia, pendidikan, jumlah penduduk, hingga gaya hidup suatu wilayah juga memengaruhi jenis barang yang diminati. Daerah dengan banyak anak muda, misalnya, cenderung punya permintaan tinggi untuk gadget atau hiburan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Accurate.id