Ilustrasi pekerja KEK Industropolis Batang. (Industropolis Batang)
INDOZONE.ID - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah, yang berada di bawah Holding BUMN Danareksa, menyampaikan bahwa sekitar 80 persen tenaga kerja lokal asal Kabupaten Batang telah mengikuti pelatihan jangka pendek di China.
Kepala Divisi Corporate Secretary KEK Industropolis Batang M. Burhan Murtaki mengatakan, program tersebut menjadi bagian dari model investasi berkualitas yang dikembangkan di kawasan industri tersebut.
“Investasi yang kami dorong di KEK Industropolis Batang bukan hanya membangun fasilitas produksi, tetapi juga membangun kapasitas manusia di dalamnya,” ujar Burhan di Batang, dikutip Kamis (26/2/2026).
Ia menilai pengiriman tenaga kerja lokal ke negara asal investor mencerminkan adanya transfer teknologi dan pengetahuan secara langsung, yang menjadi fondasi penguatan daya saing industri dalam jangka panjang.
Saat ini, sebagian besar kegiatan operasional perusahaan di kawasan tersebut telah dijalankan oleh tenaga kerja lokal. Namun, sejumlah posisi pimpinan proyek dan produksi masih dipegang tenaga kerja asing sebagai bagian dari proses transisi dan alih keahlian.
Baca juga: Presiden Prabowo Sebut Program MBG Bisa Serap 1,5 Juta Tenaga Kerja
“Ke depan, perusahaan menargetkan kemandirian penuh oleh SDM Indonesia,” katanya.
Menurut Burhan, program pelatihan ke China memperkuat posisi KEK Industropolis Batang sebagai kawasan industri strategis yang tidak hanya menarik investasi manufaktur berteknologi, tetapi juga memastikan terjadinya peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal secara berkelanjutan.
HRGA Manager PT Ace Medical Products Indonesia Agnes Galih menjelaskan pelatihan dilaksanakan langsung di fasilitas perusahaan di Zhijiang, Hubei, China. Hal ini karena sistem produksi, mesin, teknologi, bahan baku, hingga tenaga pelatih masih terpusat di negara tersebut.
Baca juga: Rekrutmen Besar-besaran Telah Dibuka, KKP Cari 3.000 Tenaga Kerja untuk Tambak Waingapu
“Karyawan perlu memahami proses produksi secara menyeluruh, termasuk standar operasional, sistem teknologi, serta budaya kerja dan disiplin perusahaan. Dengan demikian, saat fasilitas mulai beroperasi, mereka telah siap bekerja sesuai standar global,” ujar Agnes.
PT Ace Medical Products Indonesia mengirimkan 156 karyawan Indonesia untuk mengikuti pelatihan intensif yang dibagi dalam dua gelombang, yakni periode November 2025–Februari 2026 dan Maret–Juni 2026.
Dari total peserta tersebut, sebanyak 117 orang atau sekitar 80 persen merupakan tenaga kerja asal Batang.
“Ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memberdayakan masyarakat lokal sejak awal fase operasional,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA