Ilustrasi Cut Loss. (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Dalam dunia investasi dan trading, ada satu istilah yang sering bikin deg-degan sekaligus jadi penyelamat dompet yaitu cut loss.
Buat sebagian orang, keputusan ini terasa pahit. Tapi buat investor berpengalaman, cut loss justru bisa jadi langkah paling rasional untuk melindungi modal.
Bayangin kamu beli saham atau kripto dengan harapan harganya naik. Tapi kenyataannya malah turun terus.
Mau ditahan takut makin anjlok, dijual rugi rasanya sayang. Nah, di titik inilah konsep cut loss jadi penting.
Cut loss bukan sekadar jual rugi. Ini strategi manajemen risiko supaya kerugian tidak makin besar.
Dalam dunia trading yang serba cepat dan penuh ketidakpastian, keputusan ini sering jadi pembeda antara investor yang bertahan lama dan yang kehabisan modal.
Menariknya, ada juga strategi lain yang sering dibandingkan dengan cut loss, seperti average down atau bahkan teknik martingale yang sempat dibahas di kanal YouTube/Jejak Mental.
Tapi apakah semua kondisi cocok untuk menahan kerugian? Atau justru lebih aman langsung keluar?
Yuk, kita bahas lebih dalam supaya kamu nggak cuma ikut-ikutan panik atau nekat saat menghadapi portofolio merah!
Baca juga: Delisting Saham dan Risikonya, Investor Jangan Cuma Fokus Cuan
Cut loss adalah keputusan menjual aset ketika harganya turun untuk membatasi kerugian. Intinya sederhana yaitu lebih baik rugi kecil sekarang daripada rugi besar nanti.
Strategi ini biasanya sudah direncanakan sebelum membeli aset. Investor menentukan batas kerugian maksimal yang bisa diterima. Kalau harga turun melewati batas itu, aset langsung dijual tanpa ragu.
Misalnya kamu beli saham di harga Rp1.000 dan menetapkan batas cut loss 10 persen. Kalau harga turun ke Rp900, kamu jual. Tujuannya supaya kerugian berhenti di situ.
Kedengarannya simpel, tapi praktiknya nggak semudah itu. Banyak orang gagal cut loss karena faktor emosi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube