Ilustrasi Saham Suspend (Freepik)
INDOZONE.ID - Buat kamu yang baru nyemplung ke dunia pasar modal, istilah saham suspend mungkin terdengar cukup bikin waswas.
Lagi asyik-asyiknya saham naik, tiba-tiba perdagangannya dihentikan. Mau jual nggak bisa, mau beli juga nggak boleh.
Rasanya seperti lagi nonton film seru, eh layar langsung gelap. Padahal, suspend saham itu bukan sesuatu yang muncul tanpa alasan.
Dalam dunia pasar modal Indonesia, suspensi saham adalah salah satu langkah pengamanan yang dilakukan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Tujuannya bukan buat nyusahin investor, tapi justru melindungi pasar agar tetap sehat dan transparan.
Lewat artikel ini, kita bakal bahas secara santai tapi tetap berbobot soal apa itu saham suspend, penyebabnya, dampaknya, sampai risiko yang perlu dipahami investor, dengan merujuk pada penjelasan dari akun YouTube @Aku Frugal.
Saham suspend adalah kondisi ketika perdagangan suatu saham dihentikan sementara oleh bursa.
Artinya, saham tersebut tidak bisa diperdagangkan untuk sementara waktu, baik beli maupun jual. Suspensi ini bisa berlangsung singkat, tapi bisa juga cukup lama tergantung situasinya.
Biasanya, suspensi terjadi karena ada pergerakan harga yang dianggap tidak wajar. Misalnya, harga saham naik terus-menerus sampai Auto Reject Atas berhari-hari, tanpa didukung informasi fundamental yang jelas.
Dalam kondisi seperti ini, bursa perlu turun tangan agar investor tidak asal masuk dan berujung rugi.
Sebelum saham benar-benar disuspensi, biasanya ada satu tahap penting yang muncul lebih dulu, yaitu Unusual Market Activity atau UMA.
UMA ini bisa dibilang sebagai lampu kuning dari bursa. Artinya, bursa melihat ada aktivitas perdagangan yang tidak biasa dan perlu diwaspadai.
Bursa Efek Indonesia akan mengeluarkan surat resmi UMA yang berisi pemberitahuan bahwa saham tertentu sedang diawasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube