Penyebab pelemahan rupiah (freepik)
INDOZONE.ID - Nilai tukar rupiah yang melemah sering kali bikin banyak orang bertanya-tanya, kenapa dolar AS bisa makin mahal?
Kondisi ini sebenarnya tidak terjadi begitu saja, karena ada banyak faktor yang saling memengaruhi dari dalam maupun luar negeri. Mulai dari kebijakan suku bunga Amerika Serikat, hingga sentimen global yang membuat pasar jadi lebih hati-hati.
Agar lebih mudah dipahami, berikut 7 penyebab pelemahan rupiah yang bikin dolar AS semakin mahal.`1
Salah satu penyebab pelemahan rupiah adalah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed.
Ketika suku bunga di Amerika masih tinggi, dolar AS menjadi lebih menarik bagi investor global.
Akibatnya, banyak dana cenderung masuk atau bertahan di aset berbasis dolar, sementara mata uang negara berkembang seperti rupiah ikut tertekan.
Pada 29 April 2026, The Fed mempertahankan target suku bunga acuannya di kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen.
Kondisi ini membuat ruang penguatan rupiah menjadi lebih terbatas, terutama ketika pasar masih menunggu arah kebijakan suku bunga Amerika selanjutnya.
Rupiah juga bisa melemah ketika kebutuhan dolar di dalam negeri meningkat.
Hal ini biasanya terjadi saat perusahaan harus membayar impor bahan baku, energi, mesin, atau barang konsumsi dari luar negeri.
Karena transaksi internasional banyak menggunakan dolar AS, permintaan terhadap dolar otomatis ikut naik.
Baca juga: Rupiah Melemah Imbas Moody’s Revisi Outlook Indonesia, Berapa Nilainya?
Data BPS juga menunjukkan impor Indonesia sepanjang Januari hingga Maret 2026 mencapai 61,30 miliar dolar AS, naik 10,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ketika permintaan dolar naik lebih cepat daripada pasokannya, rupiah bisa ikut tertekan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bloomberg.com