Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 06 FEBRUARI 2026 • 16:50 WIB

Rupiah Melemah Imbas Moody’s Revisi Outlook Indonesia, Berapa Nilainya?

Rupiah Melemah Imbas Moody’s Revisi Outlook Indonesia, Berapa Nilainya?Ilustrasi Rupiah Melemah. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Rupiah terpantau loyo menutup perdagangan pekan ini. Pada pembukaan pasar di Jakarta, Jumat (6/2/2026), mata uang kita dibuka melemah sekitar 23 poin atau turun 0,14 persen ke posisi Rp16.865 per dolar AS.

Angka ini sedikit lebih rendah dibanding penutupan hari sebelumnya yang masih berada di level Rp16.842.

Menurut Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, salah satu kunci tekanan ini adalah lembaga pemeringkat internasional, Moody’s.

Baca juga: Bareskrim Tetapkan Dirut hingga Komisaris Dana Syariah Indonesia Jadi Tersangka!

Meskipun peringkat kredit Indonesia masih di level Baa2, Moody’s baru saja mengubah outlook mereka terhadap Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Perubahan ini disebut terjadi karena Moody’s melihat adanya risiko dari kebijakan fiskal kita yang dianggap makin bergantung pada belanja pemerintah.

Isu tata kelola dan ketidakpastian kebijakan ini membuat investor jadi khawatir akan stabilitas ekonomi jangka panjang.

Tapi tenang, pertumbuhan ekonomi kita masih oke di kisaran 5 persen, defisit anggaran masih terkontrol di bawah 3 persen, dan rasio utang pemerintah pun masih dalam batas aman. Jadi, secara fundamental, kita sebenarnya masih cukup kuat buat bertahan.

Dari luar negeri, pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) ternyata lagi mengalami gejolak. Data Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sana melonjak tajam sampai 117,8 persen di Januari 2026.

Baca juga: Langkah Cepat Kementan Jaga Stabilitas Harga Daging Sapi Jelang Ramadhan 2026

Selain itu, klaim pengangguran di AS juga naik nggak terduga ke angka 231 ribu, jauh di atas ekspektasi pasar.

Kondisi pasar kerja AS yang melemah ini sebenarnya memberi sinyal kalau The Fed mungkin akan segera nurunin suku bunga. Kalau suku bunga AS turun, indeks dolar biasanya bakal ikut lemas, dan ini sebenarnya bisa jadi peluang untuk Rupiah di masa depan.

Untuk sementara waktu, Rupiah diprediksi masih akan naik-turun atau fluktuatif di kisaran Rp16.825 sampai Rp16.950 per dolar AS.

Pelaku pasar pastinya akan terus mantau gimana respons pemerintah kita dalam menghadapi isu dari Moody's dan perkembangan ekonomi global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Rupiah Melemah Imbas Moody’s Revisi Outlook Indonesia, Berapa Nilainya?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!