Wamenkomdigi Nezar Patria di Jakarta Pusat. (ANTARA/Kementerian Komunikasi dan Digital)
INDOZONE.ID - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengungkapkan Indonesia memiliki peluang besar untuk masuk dalam rantai pasok industri kecerdasan artifisial (AI) global yang saat ini terus berkembang.
Menurut Nezar, Indonesia mempunyai sejumlah sumber daya penting yang dibutuhkan dalam industri teknologi, termasuk bahan baku untuk pembuatan chip semikonduktor.
"Kita penghasil timah terbesar di dunia. Dan timah adalah bahan kunci dalam proses pembuatan chip," kata Nezar di Jakarta, dikutip Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, Indonesia juga memiliki pasir silika yang mengandung silikon sebagai bahan baku utama dalam produksi semikonduktor.
Namun, Nezar mengakui Indonesia saat ini masih sebatas pemasok bahan mentah dan belum mampu mengolahnya sesuai kebutuhan industri teknologi global.
Baca juga: Diplomasi Pemerintah di Jepang Dinilai Perkuat Posisi Indonesia dalam Rantai Pasok Global
Karena itu, ia menilai Indonesia perlu meningkatkan kemampuan pengolahan sumber daya agar dapat mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok industri AI.
Selain sumber bahan baku, Nezar mengatakan Indonesia memiliki potensi energi yang besar untuk mendukung pengembangan pusat data AI, terutama dari sektor energi terbarukan.
"Kita punya kelebihan energi, renewable energy. Listrik kita produksinya cukup banyak, bahkan setahun yang lalu melimpah, surplus energi listrik," kata Nezar.
Ia juga menyoroti besarnya jumlah penduduk Indonesia sebagai modal sumber daya manusia untuk mendukung perkembangan industri AI nasional.
Baca juga: Regulasi Uni Eropa Tekan Industri Sawit, Transparansi Rantai Pasok Jadi Penentu
"Kita penduduknya paling besar di Asia Tenggara, 285 juta jiwa dengan usia rata-rata 30 tahun," katanya.
Untuk mendukung pengembangan talenta digital, Kementerian Komunikasi dan Digital menjalankan program AI Talent Factory yang melibatkan berbagai perguruan tinggi.
"Kita coba kumpulkan best talent yang ada di universitas, kemudian kita berikan program-program dasar sampai dengan advance bagaimana memberikan solusi AI," kata Nezar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA