Ilustrasi aktivitas perdagangan saham (insight.kontan.co.id)
INDOZONE.ID - Di tengah dinamisnya panggung pasar modal global, indeks MSCI (Morgan Stanley Capital International) selalu menjadi kiblat utama bagi para manajer investasi raksasa dalam menyusun isi portofolio mereka.
Namun, pergerakan arus dana asing di lantai bursa tidak selalu berjalan mulus sesuai jadwal perombakan rutin yang biasa kamu pantau.
Terkadang, muncul sebuah kondisi darurat tak terduga yang sering kali memicu volatilitas harga serta kebingungan di kalangan investor ritel maupun institusi.
Kehadiran sentimen mendadak inilah yang memaksa kompas investasi dunia tersebut untuk mengeluarkan kebijakan interim freeze demi mengamankan stabilitas pasar.
Baca juga: Peran Notaris Dinilai Penting dalam Menjaga Kepastian Hukum dan Kepercayaan Masyarakat
Interim Freeze atau pembekuan sementara adalah kebijakan darurat yang diambil oleh MSCI untuk mengunci atau menunda segala bentuk perubahan pada jumlah saham beredar (number of shares) dan faktor penyesuaian pasar bebas (Foreign Inclusion Factor atau FIF) dari suatu emiten di dalam indeks mereka.
Kebijakan ini sifatnya temporer dan sengaja dilakukan di luar jadwal perombakan rutin (rebalancing) kuartalan.
Mencegah terjadinya guncangan hebat atau replikasi yang rusak pada dana pasif (index funds) akibat aksi spekulasi berlebih di pasar.
Memberikan ruang bagi para pelaku pasar dan investor untuk mencerna informasi atau sentimen baru yang sifatnya masif dan mendadak.
Baca juga: COO Danantara Tegaskan Transparansi Data Investasi untuk Perkuat Kepercayaan Investor
Memastikan data kepemilikan saham tetap valid dan akurat jika terjadi perbedaan laporan (diskrepansi) atau perubahan regulasi kepemilikan asing yang mendadak, terutama di pasar negara berkembang (Emerging Markets).
Karena bobot saham di sistem MSCI dikunci menggunakan angka lama, manajer investasi yang mengelola ETF berbasis MSCI akan menunda penyesuaian portofolio mereka.
Hasilnya, pergerakan harga saham cenderung lambat dan tidak seaktif biasanya meskipun ada sentimen positif.
Pasar sangat membenci ketidakpastian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Maybanktrade.co.id