Ilustrasi Daya Beli Masyarakat Menurun. (Freepik)
INDOZONE.ID - Ketika daya beli masyarakat menurun, dampaknya bisa terasa ke berbagai sektor, mulai dari bisnis, lapangan kerja, hingga pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Isu ini naik seiring dengan melemahnya rupiah, apalagi ditambah per hari ini, Rabu (10/6/2026), terdapat kenaikan harga bahan bakar non-subsidi di Indonesia.
Baca juga: Harga Pertamax Naik, Pengamat Nilai Langkah Realistis Jaga Fiskal
Nah, ada beberapa faktor yang membuat daya beli masyarakat menurun. Yuk, simak penjelasannya!
Salah satu penyebab utama daya beli menurun adalah pendapatan yang tidak meningkat secara signifikan, sementara harga barang dan jasa terus naik.
Meski gaji atau penghasilan nominal bertambah, daya beli belum tentu ikut naik jika kenaikan tersebut sebanding atau bahkan lebih rendah dari kenaikan harga kebutuhan sehari-hari.
Baca juga: Kasus Gagal Bayar Pinjol Meningkat, OJK Tegaskan Verifikasi Peminjam Jadi Tanggung Jawab Platform
Harga kebutuhan pokok seperti makanan, bahan bakar, hingga biaya transportasi yang meningkat membuat masyarakat harus mengatur ulang pengeluaran mereka.
Banyak orang akhirnya memilih mengurangi belanja yang sifatnya tidak terlalu penting demi memenuhi kebutuhan utama. Kondisi ini membuat konsumsi masyarakat secara keseluruhan ikut menurun.
Ketika perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), jumlah masyarakat yang kehilangan sumber pendapatan tentu bertambah. Situasi ini membuat kemampuan belanja mereka ikut berkurang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Perdagangan.palembang.go.id