Ilustrasi Kenaikan Suku Bunga BI. (Freepik)
INDOZONE.ID - Kenaikan suku bunga acuan yang ditetapkan Bank Indonesia (BI) sering menjadi perhatian banyak pihak, mulai dari masyarakat, pelaku usaha, hingga investor.
Pasalnya, perubahan suku bunga ini bisa memengaruhi berbagai aspek ekonomi, mulai dari cicilan pinjaman hingga harga barang di pasaran.
Baca juga: Apa Bunyi Hukum Permintaan? Ini Penjelasan Lengkapnya
Lalu, apa sebenarnya suku bunga acuan BI dan bagaimana dampaknya bagi masyarakat? Simak penjelasannya berikut ini.
Suku bunga acuan BI atau BI Rate adalah suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Indonesia sebagai bagian dari kebijakan moneter.
Secara sederhana, angka ini menjadi acuan bagi perbankan dalam menentukan bunga tabungan, deposito, hingga kredit.
Bank Indonesia menetapkan suku bunga acuan melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar secara berkala. Keputusan tersebut mempertimbangkan berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi global, nilai tukar rupiah, tingkat inflasi, dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Karena menyesuaikan kondisi ekonomi, suku bunga acuan bisa naik, turun, atau tetap.
Baca juga: Di ILC 114, Menaker Yassierli Tekankan Pentingnya Peran Perempuan dalam Transformasi Dunia Kerja
Ketika Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan, ada beberapa dampak yang biasanya dirasakan oleh masyarakat dan pelaku usaha.
Kondisi ini bisa menjadi kabar baik bagi masyarakat yang menyimpan dana di deposito karena potensi imbal hasil yang diterima menjadi lebih besar.
Kenaikan suku bunga biasanya membuat aset keuangan dalam rupiah lebih menarik bagi investor. Akibatnya, aliran dana asing dapat meningkat dan membantu memperkuat nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sahabat Pegadaian