Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 11 JUNI 2026 • 17:06 WIB

Pakar Nilai Ini Alasan Pemerintah Baru Naikkan Harga Pertamax Sekarang

Pakar Nilai Ini Alasan Pemerintah Baru Naikkan Harga Pertamax SekarangIlustrasi Pertamax Green 95 (ANTARA)

INDOZONE.ID - Harga BBM non subsidi diketahui naik pada Rabu 10 Juni 2026. Pakar menilai pemerintah telat menaikkan harga BBM tersebut.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran (Unpad), Bonti Wiradinata, menyatakan penyesuaian harga tersebut sebenarnya sudah terlambat dilakukan. Sebab, gejolak energi global telah berlangsung sejak Februari 2026.

Pakar Nilai Ini Alasan Pemerintah Baru Naikkan Harga Pertamax SekarangPengamat ekonomi menilai terkait kenaikan harga BBM jenis Pertamax (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Menurutnya, pemerintah selama ini memilih menahan kenaikan harga BBM nonsubsidi untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.

Dia memandang pemerintah memberikan ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk menyesuaikan kondisi keuangannya sebelum menghadapi kenaikan harga energi.

Baca juga: Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Jepara, Truk Bawa Belasan QR Code dan Pelat Palsu

"Indonesia memang cenderung memiliki frekuensi penyesuaian yang lebih jarang dan bertahap. Namun, ini adalah pilihan kebijakan yang disengaja untuk menjaga bantalan sosial, bukan sekadar ketidaksiapan dalam mengelola harga," kata Bonti, Kamis (11/6/2026).

Terkait dengan harga pertamax yang mengikuti perkembangan minyak dunia, termasuk nilai tukar rupiah, pemerintah harus melakukan penyesuaian harga agar tidak berdampak pada fiskal.

Sejauh ini, langkah pemerintah menahan harga BBM non subsidi selama beberapa bulan harus diapresiasi. Sebab, makin lama kenaikan harga tersebut ditunda, tekanan yang ditanggung negara turut membesar.

"Urgensi menaikkan harga BBM ini, saya perkirakan terkait dengan strategi pemerintah dalam mempertahankan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta mengatasi tekanan APBN yang terjadi sebagai akibat pelemahan rupiah tersebut," ucap Bonti.

Lebih dalam, ia menyatakan langkah pemerintah saat ini sebagai bentuk meminimalkan penggunaan APBN sehingga bisa dialokasikan ke hal lain.

Baca juga: Pemerintah Perpanjang WFH karena Dinilai Efektif Tekan Konsumsi BBM

"Dengan menyesuaikan harga, pemerintah meminimalisir potensi pembengkakan biaya kompensasi energi. Ini adalah upaya untuk memastikan bahwa APBN tetap fokus pada pembiayaan prioritas lain," kata Bonti.

Sementara itu, Sekretaris Eksekutif Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Rio Priambodo, menyebut kenaikan harga BBM harus selaras dengan kualitas produk yang didapatkan masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pakar Nilai Ini Alasan Pemerintah Baru Naikkan Harga Pertamax Sekarang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!