Ilustrasi Fenomena Crypto Bubble. (Freepik)
INDOZONE.ID - Kripto memang sering menarik perhatian karena harganya bisa naik berkali-kali lipat dalam waktu singkat.
Namun, di balik potensi cuan, ada juga risiko yang perlu dipahami investor, terutama pemula. Salah satunya adalah fenomena crypto bubble atau gelembung kripto.
Baca juga: Kenali Dividend Yield: Rahasia Dapat Cuan Tambahan dari Investasi Saham
Crypto bubble adalah kondisi ketika harga aset kripto melonjak sangat tinggi dalam waktu singkat karena tingginya minat pasar.
Namun, kenaikan tersebut sering kali tidak didukung oleh nilai atau fundamental yang kuat. Akibatnya, harga bisa tiba-tiba jatuh drastis dan membuat banyak investor mengalami kerugian.
Biasanya, crypto bubble muncul karena banyak orang tergiur keuntungan cepat dan berbondong-bondong membeli aset yang sedang naik daun.
Sebelum gelembung kripto pecah, biasanya ada beberapa tanda yang cukup mudah terlihat.
Salah satu ciri paling umum adalah harga aset kripto yang melonjak dalam waktu singkat tanpa alasan yang jelas atau tanpa didukung perkembangan proyek yang signifikan.
Baca juga: Dari Saham hingga Kripto, Begini Cara Menyesuaikan Investasi dengan Profil Risiko
Saat hampir semua orang membicarakan aset kripto tertentu, mulai dari media hingga media sosial, kondisi ini bisa menjadi sinyal bahwa hype sedang berada di puncaknya.
Ketika semakin banyak orang membeli dan menjual kripto dalam waktu bersamaan, volume perdagangan biasanya ikut meningkat drastis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reku.id