Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 04 JUNI 2026 • 18:35 WIB

Dari Saham hingga Kripto, Begini Cara Menyesuaikan Investasi dengan Profil Risiko

Dari Saham hingga Kripto, Begini Cara Menyesuaikan Investasi dengan Profil RisikoIlustrasi investasi (freepik)

INDOZONE.ID - Dinamika ekonomi global masih dibayangi berbagai ketidakpastian pada 2026, mulai dari tensi geopolitik, arah kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia, hingga fluktuasi pasar keuangan internasional. 

Kondisi ini mendorong investor untuk semakin berhati-hati dalam mengelola aset dan menyesuaikan strategi investasi dengan profil risiko masing-masing. 

Di tengah situasi tersebut, pendekatan investasi yang seimbang menjadi semakin penting. Tidak sedikit investor yang mulai menempatkan aspek perlindungan modal dan kestabilan hasil sebagai prioritas, tanpa mengabaikan peluang pertumbuhan jangka panjang. 

Baca juga: 10 Emiten Pembagi Dividen Juni 2026, Jangan Lewatkan Tanggal Cum Date

​Masing-masing instrumen investasi memiliki profil risiko dan karakteristik yang berbeda. Saham menawarkan peluang pertumbuhan nilai yang cukup tinggi dalam jangka panjang, tetapi juga disertai tingkat volatilitas yang lebih besar. 

Oleh karena itu, instrumen ini umumnya lebih cocok bagi investor yang memiliki toleransi risiko menengah hingga agresif. 

Pergerakan harga saham dipengaruhi oleh berbagai aspek, termasuk sentimen pasar, performa perusahaan, dan kondisi perekonomian.

Sementara itu, emas sering dijadikan sebagai aset pelindung nilai ketika terjadi gejolak ekonomi atau ketidakpastian pasar. 

Kendati demikian, harga emas tidak sepenuhnya bebas dari fluktuasi karena turut dipengaruhi oleh faktor-faktor global seperti nilai tukar dolar AS, laju inflasi, dan arah kebijakan suku bunga.

Instrumen ini umumnya dipilih oleh investor yang menginginkan diversifikasi dan perlindungan nilai dalam jangka menengah hingga panjang. 

Di sisi lain, aset kripto menawarkan potensi imbal hasil tinggi, tetapi disertai volatilitas yang ekstrem. Karena itu, instrumen ini cenderung lebih sesuai bagi investor dengan profil risiko agresif dan pemahaman pasar yang memadai. 

​Dalam kondisi pasar yang dinamis, para ekonom kerap menekankan pentingnya diversifikasi agar portofolio tidak bergantung pada satu jenis aset saja. 

Kombinasi instrumen pertumbuhan (growth asset) dan instrumen defensif (defensive asset) dinilai dapat membantu investor menjaga keseimbangan antara peluang imbal hasil (return) dan pengelolaan risiko. 

Sebagai ilustrasi, investor dapat membagi dana investasinya ke beberapa instrumen dengan karakteristik yang berbeda guna menyeimbangkan potensi keuntungan dan risiko. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dari Saham hingga Kripto, Begini Cara Menyesuaikan Investasi dengan Profil Risiko

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!