Pedagang daging sapi di Pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten. (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)
INDOZONE.ID - Pemerintah mengalokasikan kuota impor daging sapi hanya 30 ribu ton untuk importir swasta pada 2026, atau sekitar 16 persen dari total kuota impor sebanyak 297.000 ton.
Kuota impor daging ini, turun drastis dari 180 ribu ton tahun 2025.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha dan Pengolahan Daging Indonesia (APPDI), Teguh Boediyana mengatakan, alokasi tersebut "sangat berat" dan mengancam kelangsungan perusahaan.
"Jika tidak ada kuota yang memadai, maka konsekuensinya akan terjadi gejolak dan yang paling gampang buat pengusaha adalah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK)," ujar Teguh, dikutip Minggu (11/1/2026).
Baca juga: Impor Bawang Bombai Ilegal Terungkap, Mentan Amran: Tak Bisa Ditoleransi!
APPDI, Asosiasi Pengusaha Protein Hewani Indonesia (APPHI), Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI), dan Asosiasi Industri Pengolahan Daging Indonesia (NAMPA), mempertanyakan kebijakan Kementan yang memotong kuota ini.
Apalagi, kebijakan ini dinilai dilakukan tanpa penjelasan lebih dulu pada para pengusaha.
Wakil APPHI Marina Ratna DK menjelaskan, kuota 297.000 ton dialokasikan untuk BUMN. Rinciannya terdiri atas 100.000 ton daging kerbau India, 75.000 ton sapi Brasil, 75.000 ton lainnya ke PT Berdikari dan PT PPI.
"Kami menemui Kementan ini meminta penjelasan pemerintah mengapa kuota impor daging sapi reguler diberikan hanya 30.000 ton tahun ini untuk 100 lebih importir daging. Padahal, tahun lalu kuota impor yang diberikan pemerintah mencapai 180.000 ton," kata Marina.
Baca juga: Pemerintah Pastikan Tak Ada Impor Beras dan Gula Konsumsi pada 2026
Dari 108 perusahaan swasta (74 lama, 34 baru), masing-masing hanya dapat 2 kode HS dari 8 jenis daging yang diajukan. Adapun sisa 17.000 ton untuk industri.
Teguh menilai kebijakan ini bertentangan arahan Presiden Prabowo, yang meminta hapus kuota impor untuk produk hajat hidup orang banyak.
Karena itu, Teguh menyebut pelaku usaha meminta peninjauan ulang kebijakan kuota impor daging tersebut
Teguh dan Marina menyatakan siap bertemu Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk mencari solusi kuota impor daging 2026 yang mengancam PHK massal ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA