Senin, 13 APRIL 2026 • 12:00 WIB

UMKM Perlu Naik Level Berbasis Data, Ini 5 Mitos yang Bisa Menghambat Bisnis

Author

Peluncuran UMKM Handbook: Panduan UMKM Naik Level hasil riset Populix bersama Polytron. (Ist)

INDOZONE.ID - Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tak jarang terjebak mitos yang menghambat perkembangan usahanya. Karena itu, brand teknologi Polytron bersama platform riset Populix, meluncurkan “UMKM Handbook: Panduan UMKM Naik Level”. 

Panduan ini disusun berbasis riset lapangan untuk membongkar berbagai asumsi keliru yang selama ini menjadi hambatan pelaku usaha, khususnya di sektor kuliner.

Melalui hasil riset tersebut, terungkap bahwa sekitar 80 persen pelaku UMKM merupakan “kaum perintis”. Sebanyak 57 persen di antaranya terdorong oleh keinginan mandiri, sementara 46 persen melihat peluang pasar sebagai motivasi utama. Lanskap UMKM juga didominasi generasi muda, dengan Gen Z dan milenial mencapai 65 persen.

Dari sisi pendanaan, sebagian besar pelaku usaha masih mengandalkan tabungan pribadi (63 persen) serta perputaran keuntungan usaha (46 persen). Kondisi ini menunjukkan kemandirian, namun juga menandakan kerentanan finansial pada tahap awal bisnis.

Baca juga: UMKM Sidoarjo Tembus Pasar Dunia, Bukti Program Kemendag Makin Ngebut

Public Relations Manager Polytron Kenny Meigar menjelaskan bahwa data tersebut menjadi dasar penting untuk memahami tantangan nyata yang dihadapi UMKM saat ini.

5 Mitos Penghambat Bisnis

Selain memotret profil pelaku usaha, handbook ini juga mengurai lima mitos utama yang kerap menghambat pertumbuhan bisnis.

Mitos: Harus Punya Banyak Cabang

Salah satunya adalah anggapan bahwa ekspansi harus dimulai dengan membuka banyak cabang. Padahal, tanpa sistem dan standar operasional yang jelas, langkah tersebut justru berisiko. 

Data menunjukkan 25 persen pelaku usaha masih menghadapi kendala dalam sistem dan SOP, bahkan 48 persen masih mencatat transaksi secara manual.

Mitos Pinjaman Modal Susah Didapat

Mitos lain terkait akses pembiayaan juga dibantah. Meski 32 persen pelaku usaha menganggap modal sebagai tantangan utama, persoalan utamanya justru terletak pada literasi keuangan. 

Sebanyak 26 persen tidak memahami cara mengajukan pinjaman, sementara 19 persen belum memiliki akses ke lembaga keuangan.

Mitos: Harga Produk Makin Mahal Makin Untung

Dalam hal strategi bisnis, menaikkan harga produk juga dinilai bukan solusi utama untuk meningkatkan keuntungan. Tantangan terbesar justru berada pada manajemen sumber daya manusia. 

Sekitar 67 persen UMKM mikro hanya memiliki satu hingga dua karyawan yang harus merangkap berbagai tugas, sehingga berdampak pada kualitas layanan.

Mitos Omzet Besar Pasti Aman

Selain itu, omzet besar juga tidak menjamin bisnis aman. Banyak pelaku usaha menghadapi “biaya tersembunyi” akibat kerusakan alat atau kesalahan operasional, yang berujung pada kerugian ganda, baik dari sisi biaya perbaikan maupun terhentinya operasional.

Baca juga: UMKM Didorong Tingkatkan Literasi Produk demi Tembus Pasar Global

Handbook ini juga menyoroti pentingnya penggunaan peralatan yang tepat. Sekitar 60 persen UMKM belum menggunakan perangkat elektronik pendukung, padahal penggunaan alat yang sesuai terbukti meningkatkan efisiensi dan kecepatan layanan.

Cara UMKM Naik Level dengan 4 Pilar Utama

Berdasarkan temuan tersebut, Polytron merumuskan ulang konsep “naik level” bagi UMKM ke dalam empat pilar utama, yakni penguatan identitas usaha, penerapan sistem yang lebih modern, investasi aset jangka panjang, serta ekspansi yang terukur.

Sebagai tindak lanjut, Polytron menghadirkan program “UMKM Naik Level bareng Polytron” yang menawarkan berbagai dukungan konkret bagi pelaku usaha. Program ini mencakup penyediaan perangkat usaha yang tahan lama, kelas edukasi gratis, hingga peluang promosi melalui kolaborasi dengan food vlogger.

Selain itu, pelaku UMKM juga mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam berbagai event nasional sebagai bagian dari strategi ekspansi bisnis.

Melalui inisiatif ini, Polytron berharap pelaku UMKM dapat mengambil keputusan berbasis data, meningkatkan efisiensi operasional, serta membangun bisnis yang lebih berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU