Sabtu, 11 APRIL 2026 • 11:00 WIB

UMKM Sidoarjo Tembus Pasar Dunia, Bukti Program Kemendag Makin Ngebut

Author

Program pendampingan terpadu dari Kemendag untuk UMKM (Dok. Istimewa)

INDOZONE.ID - Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar bisa naik kelas hingga menembus internasional.

Hal ini ditegaskan langsung oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso saat mengunjungi dua UMKM di Sidoarjo, Jawa Timur, yakni CV Berkah Pangan Nusantara dan PT Andara Cantika Indonesia, pada Jumat (10/4/2026).

Kedua UMKM tersebut merupakan alumni Export Coaching Program (ECP), program pendampingan dari Kemendag untuk mencetak eksportir baru.

Baca juga: Jelang Lebaran 2026, Mendag Pastikan Harga dan Pasokan Sembako Tetap Stabil

Mendag Budi Santoso menegaskan, kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung hasil dari program pendampingan yang telah dijalankan.

"Kami akan terus memperluas program ini, mulai dari penguatan desain kemasan, strategi branding, hingga ekspansi ke pasar luar negeri," ujarnya.

Salah satu contoh sukses datang dari CV Berkah Pangan Nusantara, UMKM asal Sidoarjo yang bergerak di bidang makanan olahan.

Produk andalannya berupa tepung bumbu siap pakai dengan berbagai merek seperti Syaza, Syakura, Geprek Crispy, dan Dapoerkoe.

Awalnya, bisnis ini hanya menjangkau pasar lokal di Jawa Timur. Namun kini, produknya sudah meluas ke Jawa Tengah, Jabodetabek, hingga Makassar.

Bahkan, mereka sedang bersiap melakukan ekspor perdana ke Nigeria setelah berhasil menjalin kontrak dengan pembeli internasional.

Pemilik usaha, Ryza Sulistyanawati, mengaku program ECP sangat membantu dalam memahami dunia ekspor.

"Saya jadi tahu cara bertransaksi dan negosiasi dengan buyer. Pendampingannya bikin kami lebih percaya diri untuk masuk pasar global," ungkapnya.

Program pendampingan terpadu dari Kemendag bawa UMKM tembus pasar dunia. (Dok. Istimewa)

Kesuksesan serupa juga diraih PT Andara Cantika Indonesia, UMKM di bidang parfum dan skincare.

Perusahaan ini sudah berhasil menembus pasar ekspor ke Brunei Darussalam dan Singapura, dan kini tengah membidik Nigeria sebagai pasar berikutnya.

CEO PT Andara Cantika Indonesia, Fanny Lia Sutanto, mengatakan bahwa ECP memberi banyak bekal penting.

"Kami diajarkan soal negosiasi, risiko ekspor, sampai business matching, jadi lebih siap menghadapi pasar luar negeri," jelasnya.

Menurut Mendag, keberhasilan dua UMKM ini jadi bukti bahwa program pemerintah bisa berdampak nyata jika dijalankan dengan tepat.

Lewat ECP, pelaku usaha tidak hanya belajar teori, tapi juga difasilitasi untuk bertemu langsung dengan buyer, mengikuti promosi internasional, dan mendapatkan pendampingan negosiasi.

Selain ECP, Kemendag juga punya program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor). 

Melalui program ini, UMKM rutin difasilitasi untuk mengikuti business matching dengan pembeli dari luar negeri.

Hasilnya cukup signifikan. Pada 2025, nilai transaksi dari program ini mencapai USD 134 juta, dengan sekitar 70 persen pelaku merupakan eksportir pemula.

Program pendampingan terpadu dari Kemendag bantu UMKM tembus pasar dunia (Dok. Istimewa)

Baca juga: Mendag Budi Santoso Resmikan Produk UMKM di Gerbong Kereta Api

Bagi pelaku UMKM yang tertarik ikut program ECP, bisa langsung menghubungi Kemendag melalui:

  • WhatsApp: 0813 8835 6060 
  • Email: promosi.ppejp@kemendag.go.id

Kisah sukses UMKM dari Sidoarjo ini jadi bukti bahwa pelaku usaha lokal punya peluang besar untuk menembus pasar global. 

Dengan dukungan program yang tepat, UMKM Indonesia bisa bersaing di kancah internasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU