Mendag Budi Santoso pastikan sarana perdagangan di Aceh dan Sumatra berangsur pulih. (Dok. Istimewa)
INDOZONE.ID - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan bahwa sarana perdagangan di daerah terdampak, khususnya di Aceh dan Sumatera berangsur pulih.
Hal tersebut disampaikan Mendag Budi dalam "Konferensi Pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Provinsi Aceh, Provinsi Sumatra Utara, dan Provinsi Sumatra Barat" pada Rabu, (11/2/2026) di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta.
"Sarana perdagangan di wilayah terdampak bencana terus menunjukkan tren pemulihan yang positif, khususnya pada pasar rakyat. Dari total 166 pasar rakyat dan 4.952 pedagang yang terdampak, sebagian besar atau sekitar 90 persen (149 pasar rakyat) telah kembali beroperasi, sementara sisanya masih dalam proses percepatan pemulihan, mayoritas berada di Provinsi Aceh," ujar Mendag Budi.
Baca juga: Jelang Ramadan dan Lebaran, Mendag Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil dan Pasokan Aman
Salah satunya melalui aksi bersih pasar di Pasar Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, pada 30 Desember 2025 - 1 Januari 2026.
Kemendag menyalurkan sebanyak 100 unit tenda bagi pedagang sebagai sarana sementara untuk kembali berjualan.
Kemendag berkoordinasi dengan ID FOOD, BULOG, dan pelaku usaha untuk memastikan pasokan kebutuhan pokok ke pasar-pasar yang terdampak bencana, guna menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga.
Selain pasar rakyat, pemulihan aktivitas perdagangan berlangsung pada sektor ritel modern, yaitu toko swalayan.
Berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), dari total 274 gerai toko swalayan yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatra Utara, sebanyak 259 gerai atau sekitar 95 persen telah kembali beroperasi normal.
"Ditargetkan seluruhnya dapat beroperasi paling lambat pada akhir Februari 2026," ujar Budi.
Dari sisi harga, Budi menyampaikan perkembangan harga barang kebutuhan pokok (bapok) relatif stabil pascabencana.
Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada Januari - Februari 2026 menunjukkan tren penurunan dibandingkan Desember 2025 seiring dengan aktivitas logistik yang telah kembali normal.
Mendag Budi Santoso pastikan sarana perdagangan di Aceh dan Sumatra berangsur pulih. (Dok. Istimewa)
Mendag Budi memaparkan, kinerja ekspor di wilayah terdampak tetap menunjukkan ketahanan. Contohnya, pascabencana pada akhir November 2025, kinerja ekspor Aceh tetap menunjukkan ketahanan yang cukup baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release