Minggu, 04 JANUARI 2026 • 12:40 WIB

Bapanas Kirim Alat Produksi ke UMKM Singkong, Siap Dukung Ketahanan Pangan

Author

Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto (kanan) dan Andi sebagai pelaku UMKM (kiri). (ANTARA)

INDOZONE.ID - Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus memperkuat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) singkong di Bogor, Jawa Barat.

Bapanas mengirimkan bantuan alat produksi untuk mendukung peningkatan kapasitas olahan, efisiensi usaha, dan kualitas, sehingga bisa berdaya saing.

Salah satu pelaku UMKM singkong di Kabupaten Bogor, Andi, menyebut bahwa sebelum menerima alat produksi dari Bappenas, proses produksi masih dilakukan secara tradisional. Cara ini membuat keterbatasan kualitas dan adanya risiko kontaminasi.

Baca juga: Mengenal Emas Antam, UBS, Lotus Archi, dan Galeri 24: Mana Paling Cocok untuk Investasi?

“Dulu pengolahan masih manual dan sangat bergantung pada cara tradisional. Sekarang, dengan alat ini (bantuan dari Bapanas), prosesnya lebih higienis dan kualitas produk lebih stabil,” kata Andi.

Baginya, bantuan ini menjadi peluang untuk mengembangkan usahanya dengan menghadirkan berbagai varian turunan. Singkong bukan hanya diolah jadi tepung tapioka, melainkan bisa produk lain seperti mocaf.

Bantuan alat yang dikirimkan mencakup mesin parut, drum penitis/pengering, alat pengering (heat exchanger), dan bak penampung. 

Andi juga negesin bahwa produknya akan masuk ke pasar lebih besar, termasuk untuk kebutuhan program MBG. Ia yakin, bantuan ini tak sebatas pengiriman alat produksi, tapi menjadi pemantik untuk mengembangkan potensi pangan lokal.

Baca juga: Harga Emas Antam Melemah Hari Ini, Cek Rinciannya!

"Kami optimistis, dengan dukungan ini, produksi bisa segera berjalan dan manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” kata Andi.

Sementara itu, Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamana Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, mengatakan bahwa bantuan kepada UMKM adalah strategi untuk memberdayakan pelaku usaha.

“UMKM adalah penggerak penting dalam penganekaragaman pangan. Dengan peralatan yang lebih baik, UMKM bisa meningkatkan kualitas, memperluas pasar, dan ikut memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Andriko.

Penguatan ini diharapkan bisa berkontribusi langsung pada konsumsi pangan yang bergizi dan beragam. Menurutnya, olahan singkong ini bisa jadi alternatif pangan sesuai kebutuhan gizi masyarakat.

Baca juga: Kemendag Salurkan 100 Tenda Darurat untuk Pedagang Terdampak Bencana di Kuala Simpang

Andriko menegaskan, Bapanas bakal terus mendorong penguatan UMKM seiring dengan meningkatnya penggunaan teknologi, akses pasar, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah.

"Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pangan lokal yang kuat, berdaya saing, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat," kata Andriko.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU