Senin, 08 DESEMBER 2025 • 21:45 WIB

KemenUMKM Petakan 3 Zona Kerusakan untuk Pemulihan Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Author

Menteri UMKM, Maman Abdurahman, ditemani Co-Founder JogjaKita, Gembong Prakoso, dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi, memberikan dukungan langsung kepada aplikasi lokal kebanggaan Yogyakarta, JogjaKita. (dok. JogjaKita)

INDOZONE.ID - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menjelaskan bahwa penanganan terhadap pelaku UMKM yang terkena dampak bencana di wilayah Sumatera dilakukan melalui pemetaan tiga zona sebagai acuan dalam upaya pemulihan ekonomi.

"Nanti (UMKM yang terdampak bencana) dipetakan, dibagi menjadi tiga zona," kata Maman ditemui seusai kegiatan Bisnis Indonesia Group Conference di Jakarta, dikutip dari ANTARA, Selasa (9/12/2025).

Dia menyampaikan Kementerian UMKM dalam seminggu mengagendakan rapat koordinasi bersama bank penyalur guna memetakan pelaku usaha terdampak sebagai dasar perumusan kebijakan KUR pascabencana lebih tepat sasaran.

Baca juga: Bukan Cuma Gojek! Ini 5 Aplikasi Ojek Online Asli Indonesia yang Wajib Kamu Coba

Pemetaan itu mengelompokkan UMKM ke dalam tiga kategori: terdampak permanen, semipermanen, dan ringan, agar langkah pemulihan dapat disesuaikan dengan tingkat kerusakan usaha di setiap wilayah yang terkena bencana.

"Kita dalam satu minggu ini akan rapat koordinasi dengan bank-bank penyalur untuk memetakan UMKM-UMKM yang terdampak," ujarnya.

UMKM yang mengalami dampak berat, seperti kehilangan tempat tinggal maupun lokasi usaha, menjadi prioritas utama pemerintah karena memerlukan penanganan khusus agar dapat kembali beroperasi.

Maman menjelaskan bahwa saat ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama lembaga terkait masih berfokus pada penanganan darurat.

Adapun Kementerian UMKM mengambil peran pada tahap pemulihan ekonomi, membantu para pelaku usaha kecil yang terdampak banjir serta tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ia menjelaskan kebijakan terkait pembebasan kredit usaha rakyat (KUR) bagi korban bencana sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang meminta negara hadir meringankan beban ekonomi masyarakat pada situasi krisis berlapis akibat bencana alam.

"Kalau kami masuk kepada pemulihan ekonomi. Jadi, penanggulangan pasca bencana, kita lebih masuk kepada pemulihan ekonominya. Nah, ini yang lagi kita bicarakan. Pak Presiden kan juga sudah menyampaikan akan membebaskan KUR bagi yang terkena dampak bencana," terang Maman.

Baca juga: Purbaya vs Baju Bekas: Thrifting Bisa Bikin Ekonomi Ambyar atau Pakaian Murah dari China?

Kendati demikian, ia belum dapat memaparkan angka pasti terkait jumlah debitur maupun total pinjaman karena situasi di lapangan masih berubah-ubah dan korban bencana di sejumlah wilayah Sumatera terus bertambah.

Ia menambahkan bahwa terputusnya akses akibat kerusakan jalan dan jembatan menjadi hambatan utama dalam proses pendataan, sehingga pemerintah memilih bersikap cermat sebelum menetapkan data resmi mengenai UMKM terdampak di tiga provinsi tersebut.

"Nanti kita detailkan seperti apa, nanti kriterianya, klasifikasi seperti apa. Tapi yang penting kita harus memberikan keringanan, beban terhadap kondisi mereka. Jadi, rasa empati itu yang harus kita tunjukkan sekarang," pungkasnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU