Senin, 17 NOVEMBER 2025 • 14:40 WIB

Mendag Busan: Kolaborasi dengan E-commerce, Kunci Perluas Pasar UMKM

Author

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkap pentingnya kolaborasi UMKM dengan e-commerce. (Ist)

INDOZONE.ID - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan pentingnya kolaborasi dengan berbagai sektor untuk memperluas jangkauan pasar pelaku usaha lokal, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satunya, dengan bersinergi dengan platform niaga elektronik (e-commerce) Shopee.

Mendag Busan menyampaikan hal itu dalam gelar wicara (talk show) “Bincang Inspiratif dan Padu
Padan Fashion Muslim Bersama Shopee”, pada Minggu, (9/11/2025) di Kartika Expo Center, Balai Kartini,
Jakarta di sela gelaran Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026.

Gelar wicara berlangsung atas kolaborasi Kemendag dengan Shopee. Gelar wicara menjadi bentuk dukungan Kemendag kepada pelaku usaha fesyen lokal memperluas jangkauan pasarnya.

“Kami terus mendukung pelaku usaha lokal mengembangkan usahanya. Untuk memperluas
jangkauan pasar dan mendorong ekspor, perlu dilakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, salah
satunya bekerja sama dengan Shopee,” kata Mendag Busan.

Pada gelar wicara tersebut, Mendag Busan juga menyampaikan bahwa tahun ini, sektor modest
fashion Indonesia menempati peringkat pertama di dunia. Artinya, produk fesyen Indonesia sudah
diakui kreativitas dan kualitasnya.

Baca juga: Presiden Prabowo Minta UMKM Siapkan Produk Pengganti Thrifting, Apa Itu?

“Tinggal bagaimana kita mendorong lebih banyak lagi pelaku usaha untuk menembus pasar global, termasuk pelaku UMKM,” ujar Mendag Busan.

Menurut Mendag Busan, pameran produk secara fisik pada JMFW 2026 menjadi kesempatan untuk
para pelaku usaha fesyen lokal untuk menampilkan dan memperkenalkan produk secara langsung
kepada buyer dalam dan luar negeri.

Meski begitu, pelaku usaha juga perlu memanfaatkan toko daring secara beriringan untuk memasarkan produknya.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkap pentingnya kolaborasi UMKM dengan e-commerce. (Ist)

“Sekarang semua bisa berjalan bersamaan, atau disebut omnichannel. Toko fisik memberikan
pengalaman berbelanja secara langsung, kemudian toko online membantu menjangkau pasar yang
lebih luas,” ujar Mendag Busan.

Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia Balques Manisang menyampaikan,
Shopee terus mendukung pelaku usaha fesyen lewat berbagai fitur di Shopee, seperti Shopee Live
dan Shopee Video.

Selain itu, untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan usaha, Shopee memiliki Kampus UMKM Shopee, di mana pelaku usaha dapat belajar gratis secara daring.

Baca juga: Pemerintah Tunda Pajak E-Commerce untuk Jaga Daya Beli Masyarakat

“Sebelum memulai usaha, termasuk di toko online, kita perlu mempelajari strategi yang ada. Shopee
memiliki kelas online untuk para pelaku usaha belajar. Baik pelaku usaha baru, advance, ingin
ekspor, hingga yang sudah ekspor,” ujar Balques.

Salah satu peserta gelar wicara, Anggi, mengungkapkan gelar wicara yang diadakan memberinya
wawasan baru seputar perdagangan daring.

“Talk show ini memberikan edukasi kepada pelaku usaha seputar bidang perdagangan di dunia digital. Kemudahan teknologi membuka kesempatan selebar-lebarnya untuk semua, termasuk pelaku UMKM,” kata Anggi.

Menutup sesi bincang, Mendag Busan menjadi juri pada battle yang diikuti oleh tiga peserta yang
hadir di acara tersebut.

Seluruh busana yang digunakan pada battle merupakan pakaian lokal dari jenama Heaven Lights, BWBYAZ, dan ZM by Zaskia Mecca. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU