Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 22 JANUARI 2026 • 12:12 WIB

Cetak Talenta Digital Industri, Kemenperin Gandeng China

Cetak Talenta Digital Industri, Kemenperin Gandeng ChinaMenteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Dok. Humas Kemenperin)

INDOZONE.ID - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat pendidikan vokasi lewat kolaborasi Indonesia–China untuk menyiapkan talenta digital industri. Kerja sama ini menyasar kurikulum, pelatihan praktik, hingga pertukaran pengajar dan mahasiswa.

Fokusnya pada digitalisasi industri dan kecerdasan buatan agar SDM Indonesia makin siap bersaing global.

Program ini menjadi bagian dari Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN), sekaligus peta jalan industrialisasi Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, SBIN bukan sekadar dokumen kebijakan, tetapi panduan utama pembangunan industri berkelanjutan.

“Implementasi SBIN perlu diintegrasikan secara menyeluruh dalam sistem pendidikan vokasi nasional guna mencetak SDM industri yang inovatif, adaptif, dan produktif,” ujarnya dalam pernyataannya yang diterima Indozone dikutip Kamis (22/1/2026).

Baca juga: Kemenperin Percepat Sertifikasi Halal untuk Industri Kecil dan Menengah

Pendidikan Vokasi Jadi Kunci

Menurut Kemenperin, pendidikan vokasi harus menadi prioritas nasional.

Kenapa menjadi kunci, karena industri butuh tenaga kerja yang siap pakai, bukan sekadar lulusan berijazah.

“Pendidikan vokasi harus menjadi prioritas nasional agar lulusannya memiliki kompetensi yang benar-benar selaras dengan kebutuhan dunia kerja, baik di dalam negeri maupun di pasar global,” kata Agus.

Baca juga: Indonesia dan Inggris Teken Economic Growth Partnership, Perkuat Kerja Sama Ekonomi Strategis

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kemenperin menggandeng mitra internasional.

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menjalin kerja sama dengan Irootech Technology Co. Ltd. dan Guangzhou Electromechanical Technician College dari China.

Irootech dikenal sebagai pengembang sistem operasi Industrial Internet of Things (IIoT) melalui platform ROOTCLOUD. Sementara Guangzhou Electromechanical Technician College fokus pada pendidikan vokasi bidang elektromekanika, otomasi, dan robotika.

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menjelaskan, kolaborasi ini menyasar pengembangan talenta industri di bidang digitalisasi dan kecerdasan buatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Kemenperin

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Cetak Talenta Digital Industri, Kemenperin Gandeng China

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!