Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddi)
INDOZONE.ID - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan, pemerintah terus melakukan pengawasan serta monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan program Magang Nasional 2025 yang telah berjalan sejak Oktober 2025.
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya laporan dari sejumlah peserta magang, yang menyoroti profesionalisme perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam program tersebut.
“Terkait magang, kita selalu monev. Kami mendapatkan laporan langsung dan langsung kita tindak lanjuti. Sudah ada beberapa perusahaan yang kita tegur karena kami melihat adanya permasalahan atau pelanggaran ketentuan. Ini akan terus kita lakukan,” ujar Yassierli saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Yassierli menyampaikan Kementerian Ketenagakerjaan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Magang Nasional 2025, setelah berjalan selama empat hingga lima bulan.
Baca juga: Wamenaker: Magang Nasional Jadi Jembatan Emas Menuju Kerja yang Sesungguhnya
“Kami berencana setelah empat bulan atau mendekati bulan kelima, akan melakukan evaluasi secara komprehensif. Saat ini evaluasi yang dilakukan masih bersifat kualitatif, sejalan dengan peninjauan lapangan selama pelaksanaan magang,” kata Yassierli.
Sejauh ini, Menaker menilai program Magang Nasional 2025 yang merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi pemerintah tahun lalu telah berjalan cukup baik dan memberikan dampak positif, khususnya bagi peningkatan kompetensi peserta yang mayoritas merupakan lulusan baru perguruan tinggi.
Berdasarkan evaluasi sementara, Yassierli menyebut program tersebut telah memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan keterampilan dan kesiapan kerja peserta.
Untuk memperkuat manfaat program, Kementerian Ketenagakerjaan juga mendorong perusahaan agar memberikan sertifikat kompetensi kepada peserta magang yang telah menyelesaikan masa magang.
Baca juga: Cara Daftar Program Magang Nasional 2025, Catat Tanggalnya, Gaji UMP, dan Jumlah Kuota
“Memang opsional, tetapi kami terus mendorong perusahaan untuk memberikan sertifikat kompetensi, setelah peserta menyelesaikan magang selama enam bulan,” ujar Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.
Hingga saat ini, pemerintah telah menjalankan tiga batch Magang Nasional 2025 dengan jumlah peserta mencapai sekitar 100 ribu orang.
Program Magang Nasional dirancang untuk menjembatani lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja. Peserta menjalani magang selama enam bulan dan menerima uang saku setara Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).
Selain itu, peserta juga mendapatkan perlindungan sosial berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA