Purbaya Yudhi Sadewa. (ANTARA)
INDOZONE.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bakal berhati-hati atas ucapan yang ia sampaikan, terutama karena jabatan yang dia emban saat ini.
"Kalau di LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), tidak ada yang monitor, jadi saya tenang. Ternyata di keuangan beda. Salah ngomong langsung dipelintir sana-sini. Jadi, kemarin kalau ada kesalahan, saya mohon maaf,” kata Purbaya dalam konferensi pers di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip dari ANTARA, Rabu (10/9/2025).
Lantaran, kata Purbaya, ia baru saja menjabat di lingkup Kemenkeu. Penunjukan dirinya sebagai menkeu juga dia katakan sebagai ‘menteri kagetan’.
Baca juga: Pemerintah Pastikan Kesepakatan Pembagian Beban Tidak Akan Ganggu Independensi Bank Indonesia
“Jadi kalau ngomong, kalau kata Bu Sri Mulyani, gayanya koboi,” tambahnya.
Purbaya Yudhi Sadewa juga menyatakan akan meminta bimbingan dari Sri Mulyani Indrawati, mantan Menteri Keuangan, untuk membantu menjalankan kebijakan fiskal yang efektif.
Lebih lanjut, dia juga akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat perekonomian secara keseluruhan dapat tumbuh lebih baik.
“Jadi ke depan, tolong beri saya waktu untuk bekerja dengan baik. Nanti kalau sudah beberapa bulan, baru bisa nilai,” tutur dia.
Purbaya sebelumnya menanggapi soal "17+8 Tuntutan Rakyat" dalam konferensi pers di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (8/9/2025).
"Saya belum belajar itu, tapi sederhananya begini, itu kan suara sebagian kecil rakyat kita. Kenapa? Mungkin sebagian merasa terganggu, hidupnya masih kurang ya,” kata Purbaya.
Maka dari itu, Purbaya akan menyusun strategi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6–7 persen.
Purbaya mengklaim bahwa saat pertumbuhan ekonomi ditingkatkan kecepatannya, tuntutan rakyat akan hilang seara otomatis.
“Mereka akan sibuk cari kerja dan makan enak, dibandingkan demo,” tambahnya.
Menkeu Purbaya mengungkapkan komitmennya guna menciptakan pertumbuhan secepat dan seoptimal mungkin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA