INDOZONE.ID - Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan tak akan mengubah kebijakan fiskal yang sudah dijalankan Sri Mulyani. Ia memilih mengoptimalkan sistem yang ada, mempercepat belanja pemerintah, dan menjaga fiskal tetap sehat tanpa mengganggu stabilitas ekonomi.
Purbaya Yudhi Sadewa resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (8/9), Purbaya menegaskan tidak akan mengubah jalur kebijakan fiskal yang sudah berjalan.
“Kami akan optimalkan sistem yang ada. Biasanya kalau kejelekan pemimpin baru, yang lama itu diobrak-abrik, buat baru lagi, soalnya mau bikin tonggak baru. Saya tidak akan seperti itu pendekatannya,” ujarnya dikutip Antara.
Baca juga: Prabowo Copot Sri Mulyani dari Menteri Keuangan, Menteri Koperasi juga Dicopot
Purbaya mengaku tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi karena sudah berpengalaman dalam urusan fiskal.
Ia mencontohkan keterlibatannya saat krisis COVID-19 pada 2020–2021, ketika mendampingi Presiden Joko Widodo untuk menyusun kebijakan fiskal.
“Bukan dari anggaran saja, tapi cara mengelola uang pada waktu itu,” katanya.
Selain itu, ia juga pernah membantu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat krisis 2008, dan menjabat Deputi III Kantor Staf Presiden (KSP) di era Jokowi.
“Jadi kalau dibilang saya tidak punya pengalaman (fiskal), salah besar,” tegasnya.
Sebagai Menkeu, Purbaya berjanji akan menjaga fiskal tetap sehat sekaligus memastikan belanja pemerintah lebih optimal.
Menurutnya, belanja negara dalam dua triwulan terakhir berjalan lambat sehingga memberi dampak negatif pada perekonomian.
“Saya ahli fiskal. Jadi, saya mengerti betul fiskal yang prudent seperti apa,” ujarnya.
Pelantikan Purbaya sebagai Menkeu dilakukan bersama lima pejabat baru lain dalam reshuffle Kabinet Merah Putih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara