INDOZONE.ID - Dalam investasi saham, ada banyak strategi yang bisa digunakan untuk mencari keuntungan.
Salah satu cara yang paling populer adalah value investing, terutama bagi investor yang berorientasi pada keuntungan jangka panjang.
Baca juga: Tak Cuma Bitcoin, Investor Indonesia Mulai Melirik Token Saham Apple hingga Tesla
Dengan pendekatan ini, investor tidak hanya melihat harga saham, tetapi juga menilai kualitas dan nilai sebenarnya dari sebuah perusahaan. Lalu, sebenarnya apa itu value investing dan bagaimana cara kerjanya?
Apa Itu Value Investing?
Value investing adalah strategi investasi yang berfokus pada pencarian saham yang harganya dianggap lebih murah dibandingkan nilai sebenarnya atau nilai intrinsiknya.
Sederhananya, investor mencari perusahaan yang memiliki kinerja dan prospek bagus, tetapi harga sahamnya masih berada di bawah nilai wajarnya.
Harapannya, ketika pasar mulai menyadari nilai sebenarnya dari perusahaan tersebut, harga saham akan naik dan memberikan keuntungan bagi investor.
Baca juga: Rekomendasi Investasi Tanpa Resiko dan Bebas Khawatir, Apa Saja?
Prinsip Utamanya
1. Mencari Saham yang Undervalued
Investor value biasanya mencari saham yang diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya. Dengan kata lain, harga pasar saat ini dianggap lebih rendah dibandingkan nilai sebenarnya dari perusahaan tersebut.
2. Fokus pada Fundamental Perusahaan
Dalam strategi ini, investor lebih banyak melihat kondisi fundamental perusahaan, seperti pendapatan, laba, aset, hingga prospek bisnisnya.
Baca juga: Tokenisasi Aset Permudah Investor Punya Saham AS dan Emas
3. Memilih Bisnis yang Berkualitas
Investor biasanya mencari perusahaan dengan model bisnis yang kuat dan memiliki peluang tumbuh dalam jangka panjang.
4. Berorientasi Jangka Panjang
Investor biasanya menyimpan saham dalam waktu yang cukup lama sambil menunggu harga pasar mencerminkan nilai sebenarnya dari perusahaan tersebut.
Baca juga: 3 Tanda Kalau Gen Z Udah Waktunya Punya Deposito
Cara Kerja Value Investing
Berikut gambaran sederhana tentang bagaimana strategi value investing diterapkan oleh investor.
1. Menghitung Nilai Wajar Perusahaan
Langkah pertama adalah memperkirakan nilai intrinsik atau nilai wajar sebuah perusahaan.
Untuk melakukannya, investor biasanya menganalisis berbagai aspek, mulai dari laporan keuangan, aset perusahaan, pertumbuhan pendapatan, hingga prospek bisnis di masa depan.
2. Mencari Saham yang Sedang Diskon
Setelah mengetahui perkiraan nilai wajarnya, investor akan membandingkannya dengan harga saham di pasar.
Jika harga saham ternyata lebih rendah dari nilai intrinsiknya, saham tersebut dianggap berpotensi menjadi peluang investasi yang menarik.
Baca juga: Tips Sukses Investasi Barang Antik untuk Pemula, Perhatikan Hal-hal Berikut
3. Menunggu Harga Menyesuaikan Nilai Sebenarnya
Strategi ini membutuhkan kesabaran karena harga saham bisa saja membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mencapai nilai wajarnya.
4. Terus Melakukan Analisis
Meski sudah membeli saham, investor tetap perlu memantau perkembangan perusahaan secara berkala.
Mulai dari kinerja keuangan, kondisi industri, hingga strategi bisnis perusahaan perlu diperhatikan agar keputusan investasi tetap berdasarkan data.
Baca juga: Mengenal Perbedaan Indeks LQ45, IDX30, dan IDX80 di Bursa Efek Indonesia
Meski membutuhkan waktu dan kesabaran lebih dalam menganalisis, strategi value investing ini dianggap cocok bagi investor yang ingin membangun portofolio secara bertahap dan berorientasi pada pertumbuhan nilai investasi dalam jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mandiri Sekuritas