INDOZONE.ID - Jika kamu sedang memantau pasar, pasti sangat terkejut jika status saham terkena ARB dan harganya seperti dibekukan.
Tapi sebenarnya, ARB itu bukan ujung berakhirnya pasar modal. Melainkan, ini adalah mekanisme yang memang sudah diatur agar pergerakan harga tidak terlalu agresif.
Nah, biar kamu nggak panik, yuk pahami sebenarnya ARB saham itu apa dan bagaimana dampaknya bagi investor.
Pengertian ARB Saham
ARB adalah singkatan dari Auto Rejection Bawah, ini adalah kondisi saat harga saham turun sampai batas maksimal penurunan yang sudah ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia.
Baca juga: Apa Itu Long Straddle? Ini Definisi, Mekanisme, dan Contoh Penerapannya
Saat terjadi ARB, perdagangan saham sementara dibekukan untuk mencegah fluktuasi harga yang terlalu ekstrem dan memberi waktu bagi investor menilai situasi sebelum mengambil keputusan.
Penyebab Saham Terkena ARB
Ada beberapa penyebab umum kenapa harga bisa turun sampai batas bawah.
1. Sentimen Negatif
Berita buruk, rumor nggak sedap, atau kondisi ekonomi lagi nggak kondusif bisa membuat investor ramai-ramai jual sahamnya. Begitu tekanan jual terlalu tinggi, harga bisa langsung meluncur tajam sampai terkena ARB.
2. Kinerja Perusahaan Memburuk
Jika laporan keuangan turun, laba turun drastis, atau ada masalah internal perusahaan, investor biasanya langsung memberikan reaksi. Banyak investor yang melepas saham, sehingga akhirnya harga turun drastis.
Baca juga: Siapa Lo Kheng Hong? Ini Profil, Filosofi Investasi, dan Portofolionya
3. Aksi Jual Besar-besaran
Kadang bukan karena berita besar, tapi karena ada investor institusi atau pihak tertentu yang menjual dalam jumlah besar.
Dampaknya bagi Investor
1. Saham Jadi Susah Dijual
Saat ARB terjadi, saham nggak bisa diperdagangkan di bawah batas yang ditentukan. Kalau kamu mau jual di harga lebih rendah, harus menunggu sampai perdagangan normal lagi.
2. Risiko Kerugian
ARB menandakan penurunan ekstrem, artinya nilai portofolio juga bisa langsung tergerus dalam waktu singkat.
3. Likuiditas Menurun
Karena perdagangan dibatasi, aktivitas jual beli juga menurun sehingga membuat likuiditas turun sementara. Artinya, semakin sulit keluar-masuk saham dalam jumlah besar sampai kondisi pasar lebih stabil.
Baca juga: Mau Mulai Usaha? Ini 7 Ide Bisnis Online yang Ramah untuk Pemula
Bagi investor pemula, ARB memang bisa membuat panik berlebih. Tapi sebenarnya ini bagian normal dari mekanisme pasar.
Namun dengan memahami ARB itu apa, penyebabnya, dan dampaknya, kamu bisa lebih tenang ketika menghadapi gejolak pasar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mandiri Sekuritas