Ilustrasi Long Straddle. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Dalam beberapa situasi ketika berinvestasi, long straddle sering jadi opsi menarik. Strategi ini bukan soal bullish atau bearish, tapi soal peluang jika harga bergerak jauh dari titik awal.
Long straddle adalah strategi opsi yang memungkinkan investor meraih keuntungan dari pergerakan harga yang besar tanpa harus menebak arahnya. Jadi, fokusnya bukan naik atau turun, melainkan ke seberapa ekstrem pergerakannya.
Strategi ini biasanya digunakan ketika pasar diperkirakan akan sangat volatil, tapi belum ada kepastian arah. Kalau harga bergerak cukup jauh dari harga awal, potensi profit terbuka.
Baca juga: Siapa Lo Kheng Hong? Ini Profil, Filosofi Investasi, dan Portofolionya
Secara mekanisme, long straddle dilakukan dengan:
Karena membeli dua kontrak sekaligus, biaya awalnya adalah total premi call ditambah premi put.
Kalau harga saham naik tajam, nilai call option akan meningkat, sementara put bisa menjadi tidak bernilai. Sebaliknya, kalau harga turun tajam, put option yang naik nilainya, sedangkan call bisa kehilangan nilai.
Intinya, harga harus bergerak cukup jauh agar keuntungan dari salah satu opsi bisa menutup total premi yang sudah dibayarkan di awal.
Sebelum menggunakan strategi ini, hitungan dasarnya wajib dipahami.
Kerugian maksimal adalah total premi yang dibayarkan untuk call dan put.
Contoh:
Kerugian maksimal adalah 9, jika harga saham tetap berada di sekitar strike hingga jatuh tempo. Dalam kondisi ini, kedua opsi bisa berakhir tidak bernilai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Heygotrade.com