Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 12:40 WIB

Apa Itu Long Straddle? Ini Definisi, Mekanisme, dan Contoh Penerapannya

Author

Ilustrasi Long Straddle. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Dalam beberapa situasi ketika berinvestasi, long straddle sering jadi opsi menarik. Strategi ini bukan soal bullish atau bearish, tapi soal peluang jika harga bergerak jauh dari titik awal.

Definisi Long Straddle

Long straddle adalah strategi opsi yang memungkinkan investor meraih keuntungan dari pergerakan harga yang besar tanpa harus menebak arahnya. Jadi, fokusnya bukan naik atau turun, melainkan ke seberapa ekstrem pergerakannya.

Strategi ini biasanya digunakan ketika pasar diperkirakan akan sangat volatil, tapi belum ada kepastian arah. Kalau harga bergerak cukup jauh dari harga awal, potensi profit terbuka.

Baca juga: Siapa Lo Kheng Hong? Ini Profil, Filosofi Investasi, dan Portofolionya

Mekanisme Long Straddle

Secara mekanisme, long straddle dilakukan dengan:

  • Membeli call option
  • Membeli put option
  • Dengan strike price dan tanggal jatuh tempo yang sama

Karena membeli dua kontrak sekaligus, biaya awalnya adalah total premi call ditambah premi put.

Kalau harga saham naik tajam, nilai call option akan meningkat, sementara put bisa menjadi tidak bernilai. Sebaliknya, kalau harga turun tajam, put option yang naik nilainya, sedangkan call bisa kehilangan nilai.

Intinya, harga harus bergerak cukup jauh agar keuntungan dari salah satu opsi bisa menutup total premi yang sudah dibayarkan di awal.

Menghitung Breakeven, Max Profit, dan Max Loss

Sebelum menggunakan strategi ini, hitungan dasarnya wajib dipahami.

1. Max Loss

Kerugian maksimal adalah total premi yang dibayarkan untuk call dan put.

Contoh:

  • Premi call: 5
  • Premi put: 4
  • Total biaya: 9

Kerugian maksimal adalah 9, jika harga saham tetap berada di sekitar strike hingga jatuh tempo. Dalam kondisi ini, kedua opsi bisa berakhir tidak bernilai.

2. Breakeven

Dalam long straddle, ada dua titik breakeven:

  • Strike + total premi
  • Strike - total premi

Misalnya strike 100 dan total premi 9:

Breakeven atas: 109

Breakeven bawah: 91

Artinya, harga harus menembus salah satu level tersebut agar mulai menghasilkan profit.

3. Max Profit

Secara teori:

  • Profit tidak terbatas ke arah atas
  • Profit sangat besar ke arah bawah (hingga saham mendekati nol)

Ini karena salah satu opsi akan terus meningkat nilainya jika harga bergerak ekstrem.

Baca juga: UMA Saham Itu Apa, Sih? Ini Cara Menghadapinya Buat Investor Pemula!

Contoh Kasus

Misalkan sebuah saham teknologi diperdagangkan di harga 200 menjelang earnings. Investor memperkirakan akan ada pergerakan besar, tapi belum yakin arahnya.

Akhirnya, ia membeli:

  • Call strike 200 dengan premi 12
  • Put strike 200 dengan premi 10
  • Total biaya: 22

Breakeven menjadi:

  • 222 ke atas
  • 178 ke bawah

Jika setelah earnings saham melonjak ke 240, call option akan naik signifikan dan bisa menghasilkan keuntungan setelah dikurangi total premi.

Namun jika saham hanya bergerak ke 208, pergerakan tersebut belum cukup besar untuk menutup total premi. Hasilnya, kedua opsi bisa kehilangan nilai.

Baca juga: Insider Trading Itu Apa, Sih? Ini Penjelasan dan Contoh Kasusnya

Long straddle pada dasarnya cocok untuk situasi pasar yang diprediksi akan bergerak besar, tapi arahnya masih tanda tanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Heygotrade.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU