Jumat, 06 FEBRUARI 2026 • 08:06 WIB

Bitcoin Anjlok di Bawah $70.000, Pasar Kripto Porak-poranda

Author

Ilustrasi bitcoin. (Freepik)

INDOZONE.ID - Harga Bitcoin kembali menjadi sorotan utama pasar keuangan global setelah aset kripto terbesar di dunia itu anjlok ke bawah level psikologis USD 70.000 pada Kamis (5/2/2026). 

Penurunan tajam ini memicu guncangan di pasar aset digital dan menghapus hampir seluruh reli yang sempat terbentuk sejak pemilu Presiden Amerika Serikat pada akhir 2024.

Sejumlah media internasional menilai koreksi ini sebagai salah satu tekanan terberat Bitcoin dalam lebih dari satu tahun terakhir.

Data perdagangan global menunjukkan Bitcoin sempat bergerak di kisaran USD 69.000 hingga USD 69.800, level terendah sejak November 2024. 

Reuters melaporkan tekanan jual meningkat tajam seiring investor global mengurangi eksposur terhadap aset berisiko di tengah ketidakpastian ekonomi makro dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat. 

Baca juga: Apa Itu Dividen? Ini Cara Bagi Untung dan Contohnya Biar Investor Pemula Nggak Bingung!

Penurunan tersebut juga membuat Bitcoin tercatat melemah lebih dari 20 persen sejak awal 2026, sekaligus terkoreksi lebih dari 40 persen dari puncaknya di akhir 2025.

“Pasar sedang berada dalam fase risk-off yang cukup ekstrem. Bitcoin kembali diperlakukan seperti aset berisiko tinggi, bukan sebagai lindung nilai,” ujar seorang analis pasar kripto yang dikutip Reuters dalam laporannya pada Kamis waktu setempat. 

Sentimen ini diperkuat oleh pelemahan pasar saham global, khususnya sektor teknologi di Wall Street, yang selama ini memiliki korelasi kuat dengan pergerakan aset kripto.

Tekanan pada Bitcoin tidak datang dari satu faktor tunggal. 

Laporan CoinDesk menyebutkan bahwa likuidasi posisi leverage di pasar derivatif kripto melonjak tajam, memicu efek domino yang mempercepat penurunan harga. 

Baca juga: Deretan Saham yang Rajin Bagi Dividen di 2025, Favorit Pemburu Passive Income

Ketika level USD 70.000 ditembus, ribuan posisi long terpaksa ditutup otomatis, mendorong volume jual dalam waktu singkat. 

Kondisi ini membuat volatilitas Bitcoin melonjak ke level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Selain faktor teknikal, pasar juga dibayangi ketidakpastian kebijakan moneter AS. 

Sejumlah pelaku pasar menilai sikap bank sentral AS yang cenderung hawkish, ditambah spekulasi terkait arah suku bunga ke depan, membuat investor memilih menarik dana dari aset berisiko. 

Al Jazeera dalam laporannya menyebut penurunan Bitcoin kali ini sebagai refleksi dari kekhawatiran global terhadap perlambatan ekonomi dan potensi pengetatan likuiditas yang lebih lama.

Baca juga: Waspada Saham Gorengan! Ini Ciri-ciri, Risiko, dan Tips Menghindarinya

Dampak kejatuhan Bitcoin langsung merembet ke pasar kripto secara keseluruhan. 

Ethereum, sebagai aset kripto terbesar kedua, turut mengalami penurunan signifikan dan kembali tertekan mendekati level support pentingnya. 

Kapitalisasi pasar kripto global menyusut tajam dalam 24 jam terakhir, dengan mayoritas aset digital utama bergerak di zona merah. 

Yahoo Finance mencatat arus keluar dana dari produk ETF Bitcoin spot di AS juga meningkat, menandakan berkurangnya minat investor institusional dalam jangka pendek.

Meski demikian, aktivitas pasar tetap tinggi. Volume perdagangan Bitcoin tercatat melonjak, mencerminkan tingginya kepanikan sekaligus spekulasi di kalangan pelaku pasar. 

Baca juga: Investasi Jangka Pendek: Cara Cerdas Muterin Uang Buat yang Gak Suka Nunggu Lama

Seorang analis dari CoinDesk mengatakan bahwa kondisi saat ini menunjukkan pasar sedang mencari keseimbangan baru. 

“Level USD 70.000 memiliki makna psikologis yang sangat kuat. Ketika level ini jebol, reaksi pasar menjadi jauh lebih agresif,” ujarnya.

Penurunan Bitcoin di bawah USD 70.000 juga memicu perdebatan di komunitas global kripto. 

Sebagian pelaku pasar menilai kondisi ini sebagai fase penyesuaian setelah reli panjang sepanjang 2024–2025, sementara lainnya melihatnya sebagai sinyal pelemahan sentimen jangka menengah. 

Baca juga: Investasi Manufaktur Tumbuh, 1.236 Pabrik Siap Produksi 2026

Diskusi di forum dan media sosial global menunjukkan meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi lanjutan volatilitas dalam waktu dekat.

Hingga akhir perdagangan Kamis waktu AS, Bitcoin masih bergerak fluktuatif dan berupaya bertahan di bawah level USD 70.000. 

Pasar kini menanti perkembangan lanjutan dari sisi makroekonomi global serta respons investor institusional terhadap tekanan yang sedang berlangsung. 

Yang jelas, kejatuhan Bitcoin kali ini kembali menegaskan betapa sensitifnya pasar kripto terhadap dinamika ekonomi global dan perubahan sentimen risiko.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU