INDOZONE.ID - Capital gain kerap jadi incaran dalam dunia investasi karena berkaitan langsung dengan potensi keuntungan.
Dengan memahami pengertian capital gain, cara menghitungnya, serta perbedaannya dengan dividen, investor bisa lebih cermat dalam mengelola strategi investasi.
Baca juga: Buyback Saham Adalah: Arti, Tujuan, Dampak ke Harga Saham, dan Aturan Hukumnya
Pengertian Capital Gain
Dalam dunia investasi, capital gain adalah salah satu target utama para investor. Sederhananya, ini adalah keuntungan yang kamu dapat dari selisih harga jual yang lebih tinggi dibanding harga beli sebuah aset, misalnya saham atau properti.
Bayangkan kamu beli saham di harga Rp1.000, lalu saat harganya naik jadi Rp1.500, kamu jual.
Nah, selisih Rp500 itulah yang dinamakan capital gain. Tapi ingat, kalau harganya malah turun pas dijual, namanya berubah jadi capital loss alias rugi.
Cara Hitung Capital Gain
Menghitung capital gain sebenarnya sangat simpel. Kamu tinggal cari selisih harga jual dan beli, lalu kalikan dengan jumlah unit yang kamu punya.
Capital Gains = (harga penjualan - harga pembelian) x jumlah unit
Contohnya: Kamu beli 1 lot (100 lembar) saham seharga Rp10.000 per lembar. Beberapa tahun kemudian, harganya naik jadi Rp13.000 dan kamu jual semua.
Selisih harga: Rp13.000 - Rp10.000 = Rp3.000
Total keuntungan: Rp3.000 x 100 lembar = Rp3.000.000
Baca juga: Apa Itu Investasi? Berikut Pengertiannya dan Cara Bikin Uang Tetap Bernilai di Tengah Inflasi!
Perbedaan Capital Gain dan Dividen
Banyak yang mengira keduanya sama, padahal secara teknis cukup beda.
1. Waktu Perolehan
Dividen dibagikan rutin sesuai hasil rapat perusahaan (RUPS), bisa setahun sekali atau lebih. Kalau capital gain, waktunya bebas terserah kamu. Kamu mau jual detik ini atau sepuluh tahun lagi buat ambil untung, itu hak kamu.
2. Pasif vs Aktif
Dividen itu passive income banget, kamu cuma duduk manis nunggu transferan. Kalau ngejar capital gain, kamu harus lebih aktif mantau pasar dan punya skill analisis biar tahu kapan waktu yang pas untuk jual dan beli.
3. Jumlah Pendapatan
Besaran dividen diputuskan perusahaan per lembar saham. Kalau capital gain, tergantung seberapa tinggi harga aset kamu ada di pasar.
Baca juga: Strategi DCA dalam Saham: Cara Santai tapi Konsisten Bangun Investasi Jangka Panjang
4. Aturan Pembagian
Dividen harus lewat persetujuan pemegang saat RUPS. Kalau capital gain, keputusan sepenuhnya ada di tangan kamu sebagai pemilik aset.
5. Pajak dan Bentuknya
Biasanya, pajak capital gain sedikit lebih tinggi dibanding dividen. Lalu, dividen bisa kamu cairkan dalam bentuk uang tunai atau saham tambahan, sedangkan capital gain umumnya jadi uang tunai saat asetnya terjual.
Sekarang sudah makin paham kan tentang cara kerja capital gain dalam investasi? Mau jadi pemburu dividen yang santai atau trader yang mengejar capital gain, semuanya kembali lagi ke profil risiko dan tujuan finansial kamu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mandirisekuritas.co, Sahabat.pegadaian.co, Cimbniaga