Rabu, 06 AGUSTUS 2025 • 19:45 WIB

Bingung Pilih Investasi? Ini Bedanya Saham dan Reksadana untuk Pemula!

Author

Ilustrasi saham. (Freepik/sodawhiskey)

INDOZONE.ID - Di era digital saat ini, investasi tak hanya bagi kalangan ekonomi atau pebisnis saja. Namun sekarang ini, banyak masyarakat khususnya milenial dan Gen Z tertarik berinvestasi.

Dua instrumen populer di kalangan pemula adalah saham dan reksadana. Keduanya memberikan keuntungan, namun perbedaannya terletak pada cara kerja, risiko, dan tingkat keterlibatannya.

Seringkali orang bingung memilih antara saham atau reksadana karena belum memahami perbedaan dasarnya. Nah supaya nggak bingung, Indozone bakal jelasin perbedaan saham dan reksadana.

Baca juga: 5 Rekomendasi Aplikasi Investasi Saham dan Reksadana Terbaik 2025 untuk Pemula

Apa itu Saham?

Dikutip dari Wikipedia, saham adalah bukti kepemilikan nilai sebuah perusahaan. Jadi, jika kamu membeli saham PT X, itu artinya kamu salah satu pemilik perusahaan tersebut.

Keuntungan dari saham bisa didapat lewat dua cara yakni, capital gain (kenaikan harga saham) dan dividen (pembagian laba perusahaan).

Namun perlu diingat ya kalau risiko di saham itu cukup tinggi. Pasalnya, harga saham fluktuatif atau tidak tetap, tergantung pada kondisi pasar, berita, bahkan pengaruh isu politik.

Apa itu Reksadana?

Berbeda dengan saham, reksadana adalah wadah investasi yang dananya dikelola oleh manajer investasi.

Artinya, uang kolektif dari para investor diinvestasikan ke berbagai instrumen, bisa saham, obligasi, atau deposito tergantung jenis reksadananya.

Reksadana itu lebih aman dan gampang. Uang yang kamu punya akan dibagi-bagi ke banyak tempat, jadi kalau ada yang rugi, masih ada yang untung. Nggak kayak saham yang cuma satu, kalau turun ya langsung rugi.

Perbedaan Saham dan Reksadana

Perbedaan saham dan reksadana terletak pada risiko, kendali dan waktu. Secara umum, saham  menawarkan potensi keuntungan yang lebih besar, tapi dengan risiko yang juga lebih tinggi juga.

Sedangkan reksadana lebih stabil dan minim risiko, tapi imbal hasilnya cenderung lebih kecil ketimbang saham.

Kemudian, reksadana itu bisa dipakai buat nabung jangka menengah atau panjang, jadi lebih fleksibel. Kalau saham, lebih cocok buat nabung lama banget, biar hasilnya bisa kelihatan besar nanti.

Baca juga: Sebelum Berinvestasi: Kenali Perbedaan Saham, Obligasi, dan Reksadana

Itulah perbedaan saham dan reksadana. Keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga kamu harus pelajari pelan-pelan, jangan terburu-buru.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wikipedia, Bursa Efek Indonesia

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU