Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 27 MARET 2026 • 14:15 WIB

Apa Itu Aset Berisiko? Kenali Ciri dan Strategi Menghadapinya Biar Gak Boncos

Apa Itu Aset Berisiko? Kenali Ciri dan Strategi Menghadapinya Biar Gak BoncosIlustrasi aset berisiko. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Istilah “high risk, high return” dalam investasi adalah realita yang jadi dasar pergerakan pasar keuangan.

Makanya, sebelum kamu mulai investasi, penting untuk paham konsep aset berisiko biar nggak asal masuk dan berujung boncos.

Baca juga: Apa Itu Indeks LQ45? Ini Pengertian dan Daftar Sahamnya

Apa Itu Aset Berisiko?

Secara simpel, aset berisiko (risky assets) adalah instrumen investasi yang nilainya bisa naik-turun cukup drastis dan nggak menjamin keuntungan pasti.

Berbeda dengan aset yang lebih stabil seperti obligasi pemerintah, aset berisiko sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, kinerja perusahaan, hingga sentimen pasar.

Salah satu contoh paling umum dari aset berisiko adalah saham. Kenapa? Karena saat kamu beli saham, kamu ikut menjadi pemilik perusahaan tersebut.

Kenapa Saham Disebut Aset Berisiko?

Ada beberapa jenis risiko yang membuat saham masuk ke dalam kategori ini.

1. Market Risk (Risiko Pasar)

Risiko yang datang dari kondisi global atau nasional. Misalnya inflasi naik atau situasi politik nggak stabil, harga saham bisa ikut turun bersamaan.

Baca juga: Investasi Pasif dan Investasi Aktif, Mana yang Cocok untuk Kamu?

2. Liquidity Risk (Risiko Likuiditas)

Terkadang ada saham yang susah dijual cepat karena sepi peminat. Jadi, kamu nggak bisa langsung cairkan dana sesuai harga yang diinginkan.

3. Business Risk (Risiko Bisnis)

Risiko dari dalam perusahaan itu sendiri, seperti produk gagal, manajemen bermasalah, hingga kalah bersaing.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Maybanktrade

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Apa Itu Aset Berisiko? Kenali Ciri dan Strategi Menghadapinya Biar Gak Boncos

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!