Ilustrasi Investasi Obligasi. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Ingin punya penghasilan tambahan yang rutin tiap bulan tapi takut risiko saham yang naik-turun bak roller coaster?
Investasi obligasi bisa jadi jawabannya. Instrumen ini makin dilirik investor karena menawarkan stabilitas di tengah ketidakpastian pasar.
Lantas, apa itu sebenarnya investasi obligasi dan bagaimana cara memulainya? Simak panduan lengkapnya berikut ini.
Baca juga: Lebih Baik Investasi Reksadana atau Emas? Simak Perbandingannya
Secara sederhana, investasi obligasi adalah surat utang. Saat Anda membeli obligasi, artinya Anda sedang meminjamkan uang kepada pihak penerbit, baik itu pemerintah maupun perusahaan (korporasi), untuk jangka waktu tertentu.
Sebagai imbalannya, Anda akan mendapatkan bunga yang dikenal dengan istilah kupon secara rutin. Di akhir masa kontrak (jatuh tempo), uang pokok yang Anda pinjamkan akan dikembalikan secara utuh.
Baca juga: Apakah Bisa Jual Emas tanpa Surat? Berikut Dampak dan Tips Menjualnya
Ada dua jenis utama yang sering ditemui di pasar modal.
Baca juga: Apa Itu Brokerage Fee? Ini Cara Hitung Mudahnya Bagi Pemula!
Kenapa obligasi disebut-sebut sebagai instrumen "idola" investor konservatif? Berikut ini alasannya.
Baca juga: Apa Itu Indeks LQ45? Ini Pengertian dan Daftar Sahamnya
Meski relatif aman, Anda tetap harus waspada terhadap beberapa risiko ini:
Jika suku bunga bank naik, harga obligasi lama di pasar cenderung turun.
Khusus untuk obligasi korporasi, ada risiko perusahaan tidak mampu membayar bunga atau pokok. Pastikan pilih perusahaan dengan rating bagus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mandirisekuritas.co.id