ilustrasi menghitung hasil saham (freepik)
INDOZONE.ID - Masuk ke dunia saham memang terasa menarik, apalagi saat mulai melihat potensi keuntungan dari jual beli.
Tapi, pernah nggak sih kamu merasa saldo hasil transaksi nggak sesuai ekspektasi?
Nah, di sinilah banyak investor pemula baru sadar ada biaya tambahan yang ikut “mengurangi” dari hasil transaksi tersebut.
Supaya nggak kaget lagi, penting banget memahami apa itu brokerage fee dan bagaimana cara kerjanya berikut ini:
Brokerage fee adalah biaya yang dikenakan oleh perusahaan sekuritas kepada investor atau trader atas layanan dalam proses jual beli instrumen keuangan, seperti saham, obligasi, hingga reksa dana.
Dalam hal ini, perusahaan sekuritas berperan sebagai perantara antara investor dan pasar.
Artinya, saat kamu ingin membeli atau menjual aset, transaksi tidak bisa dilakukan langsung ke bursa, melainkan harus melalui broker.
Sebagai imbalannya, broker akan mengenakan biaya atas layanan yang diberikan.
Biaya ini mencakup akses ke pasar, proses eksekusi transaksi, penggunaan platform, hingga layanan tambahan seperti analisis atau rekomendasi investasi.
Brokerage fee itu sendiri dibagi menjadi dua jenis, yaitu fee beli dan fee jual.
Keduanya memiliki fungsi yang sama, tetapi dikenakan pada waktu yang berbeda.
Baca juga: Apa Itu Market Share? Ini Penjelasan, Cara Hitung, dan Contohnya Biar Auto Paham!
Fee beli dikenakan saat kamu membeli saham, sedangkan fee jual dikenakan saat kamu menjual saham.
Umumnya, fee jual sedikit lebih tinggi karena sudah termasuk pajak dan biaya tambahan lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Investopedia