INDOZONE.ID - Kegilaan seputar kecerdasan buatan (AI) kini tidak hanya mengguncang pasar saham, tapi juga mulai merambah dunia obligasi.
Spekulasi tentang dampak AI terhadap produktivitas tenaga kerja global ikut mempengaruhi pergerakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS, atau treasuries, pekan ini.
Penurunan yield terjadi di tengah pasar yang mulai mempertimbangkan kemungkinan pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve (The Fed).
Imbal hasil treasuries AS turun ke level terendah tahun ini di seluruh kurva.
Kontrak berjangka suku bunga The Fed hingga tahun depan bahkan sempat jatuh di bawah 3 persen untuk pertama kalinya dalam empat bulan.
Baca juga: Barang Illith: Jenis Barang yang Justru Laris Saat Dompet Tipis
Pergerakan ini menghidupkan kembali spekulasi bahwa The Fed mungkin akan memangkas suku bunga hingga tiga kali, atau bahkan lebih.
Penurunan imbal hasil ini terjadi meskipun data inflasi dan ketenagakerjaan AS terbaru belum memberikan lampu hijau bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneternya.
Laporan pekerjaan Januari yang mengejutkan dengan pertumbuhan payrolls yang kuat justru menambah kerumitan. Lantas, apa yang berubah?
Salah satu alasannya adalah pergantian kepemimpinan di The Fed.
Kevin Warsh, calon ketua The Fed pilihan Presiden Donald Trump, dijadwalkan mengambil alih posisi puncak pada Mei mendatang.
Baca juga: Apa Itu Likuiditas? Simak Jenis dan Cara Mengukurnya
Ada asumsi kuat bahwa Warsh akan lebih akomodatif terhadap permintaan Trump untuk pemangkasan suku bunga yang agresif.
Namun, faktor kunci lainnya adalah gelombang optimisme baru seputar AI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters