Ilustrasi arti UMA bagi investor. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Sedang memantau trading, lalu tiba-tiba menemukan tulisan UMA? Untuk kamu yang belum familiar, notifikasi ini sering kali menimbulkan rasa khawatir.
Agar kamu nggak langsung panik atau malah overconfident, yuk cari tahu arti UMA saham dan apa yang sebaiknya dilakukan investor jika status ini muncul.
UMA adalah singkatan dari Unusual Market Activity dan ini merupakan notifikasi resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) ketika ada pergerakan harga atau volume transaksi saham yang nggak biasa.
Baca juga: Apa Itu Mutasi Rekening? Ini Pengertian, Fungsi, dan Bedanya dengan Rekening Koran
Jadi kalau suatu saham tiba-tiba naik atau turun drastis, atau volumenya melonjak jauh dari rata-rata harian, BEI bisa mengeluarkan pengumuman UMA. Tujuannya, untuk memberi tahu investor kalau ada aktivitas yang beda dari biasanya agar lebih waspada sebelum mengambil keputusan.
Penting dicatat, UMA itu bukan sanksi atau cap bahwa saham tersebut jelek atau pasti akan anjlok. Lebih tepatnya, ini lampu kuning tanda kamu harus berhati-hati mengambil keputusan.
Ada beberapa kondisi yang biasanya membuat status UMA keluar:
Terkadang UMA muncul karena euforia pasar, kadang juga karena kepanikan. Pada dasarnya, ada pergerakan yang dianggap nggak wajar oleh sistem pengawasan bursa.
Baca juga: Memahami Demand dalam Bisnis: Pengertian, Faktor yang Memengaruhi dan Contohnya
Walau nggak selalu negatif, UMA tetap memliki konsekuensi dampak yang perlu diperhatikan.
Saat UMA muncul, pergerakan harga saham biasanya lebih agresif dari biasanya. Bisa naik cepat, tapi juga bisa turun tajam dalam hitungan jam. Untuk trader harian mungkin ini menarik, tapi bagi investor jangka panjang harus ekstra hati-hati.
Karena suasananya sedang nggak stabil, banyak keputusan diambil berdasarkan kepanikan atau hanya mengikuti tren. Kalau nggak punya strategi jelas, investor bisa terjebak membeli di harga puncak atau jual karena panik.
Jika pergerakannya terlalu ekstrem dan dianggap berisiko, BEI bisa melakukan suspensi atau menghentikan sementara perdagangan saham tersebut. Tujuannya untuk menenangkan pasar dan memberi waktu klarifikasi dari emiten.
Baca juga: ARB Saham dalam Pasar Modal, Ini Penyebab dan Dampaknya bagi Investor
Saat UMA terjadi, kamu harus cek terlebih dahulu keterbukaan informasi dari perusahaan terkait di situs resmi BEI. Lihat juga apakah ada berita material, aksi korporasi, atau faktor eksternal yang memengaruhi harga.
Lalu, kembali lagi ke strategi awal kamu. Kalau memang investasi jangka panjang dengan fundamental yang kuat, UMA belum tentu jadi alasan untuk cepat mengambil keputusan. Tapi kalau kamu trader jangka pendek, manajemen risiko wajib lebih ketat.
UMA itu sinyal untuk lebih waspada, dengan paham artinya dan tetap rasional, investor bisa tetap tenang sekaligus melihat apakah di balik volatilitas itu ada peluang yang bisa dimanfaatkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mandiri Sekuritas