Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 08 JANUARI 2026 • 10:40 WIB

Kompleks Haji Makkah Tahap Awal Ditarget Tampung 22 Ribu Jemaah

Kompleks Haji Makkah Tahap Awal Ditarget Tampung 22 Ribu JemaahCIO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Pandu Patria Sjahrir. (ANTARA/Bayu Saputra)

INDOZONE.ID - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia menyatakan pengembangan Kompleks Haji (Hajj Complex) di Makkah, Arab Saudi, dengan Kawasan Thakher sebagai tahap awal, saat ini sudah berjalan. 

Kawasan ini mencakup Novotel Thakher Makkah di atas lahan sekitar 4,4 hektare yang berjarak sekitar 2–3 kilometer dari Masjidil Haram. Kawasan ini terdiri atas kurang lebih 1.461 kamar di tiga menara dan sekitar 14 plot lahan untuk pengembangan lanjutan, termasuk area komersial dan pusat ritel.

“Secara bertahap, kawasan ini dirancang untuk berkembang hingga sekitar 6.000 kamar dengan estimasi kapasitas mencapai kurang lebih 22.000 jemaah, atau sekitar 10 persen dari total jemaah haji Indonesia setiap tahunnya,” ujar Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (8/1/2026).

Pandu menjelaskan pengembangan Kawasan Thakher akan difokuskan pada penyediaan akomodasi sekaligus membangun ekosistem layanan jamaah yang lebih terintegrasi, mulai dari fasilitas ritel, dukungan logistik, hingga berbagai layanan penunjang lainnya. 

Baca juga: Danantara Kerahkan 1.066 Relawan BUMN dan 109 Truk Bantu Pulihkan Sumatra

“Kami ingin membangun ekosistem, bukan hanya hotel. Kawasan Thakher kami siapkan sebagai basis pengembangan layanan jemaah Indonesia yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan,” ujarnya.

Seiring akuisisi Kawasan Thakher, Danantara juga mengikuti dan mencermati proses lelang yang dijalankan Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC), otoritas pengembangan Kota Makkah yang mengatur arah kebijakan, tata kawasan, dan skema pengembangan proyek strategis. 

RCMC menawarkan sejumlah plot dengan karakteristik lokasi dan peruntukan berbeda di sekitar Masjidil Haram, dengan proses yang meliputi tahapan penawaran, evaluasi teknis dan finansial, serta seleksi investor yang dinilai mampu mengembangkan kawasan sesuai master plan kota.

“RCMC adalah bagian penting dari ekosistem pengembangan Makkah. Kami masih terlibat dalam proses tersebut sebagai bagian dari eksplorasi jangka panjang untuk Kompleks Haji, tentu dengan pendekatan yang sangat selektif dan berbasis kajian menyeluruh,” kata Pandu.

Pengembangan Kompleks Haji dijalankan melalui dua jalur strategis paralel, yaitu penguatan fondasi proyek melalui Kawasan Thakher, dan partisipasi aktif dalam mekanisme lelang RCMC untuk peluang kawasan lain di sekitar Masjidil Haram. 

“Kawasan Thakher menjadi fondasi awal karena asetnya eksisting dan siap dikembangkan, sementara pada saat yang sama kami juga masih mengikuti proses lelang RCMC untuk peluang kawasan lain yang lebih dekat dengan pusat aktivitas haji dan umrah,” ujar Pandu.

Dalam laporannya, Danantara menyebut penguatan Kawasan Thakher berperan sebagai fondasi awal pengembangan Kompleks Haji, sekaligus membuka ruang ekspansi lanjutan dalam kerangka kerja RCMC untuk kawasan-kawasan strategis lain di Makkah. 

Baca juga: Menteri Haji Gus Irfan Tegaskan Skema Kampung Haji Diserahkan ke Danantara

Pendekatan ini ditempuh secara selektif dan berbasis kajian menyeluruh, sejalan dengan strategi jangka panjang Danantara untuk membangun kompleks haji yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kompleks Haji Makkah Tahap Awal Ditarget Tampung 22 Ribu Jemaah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!