Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 10 DESEMBER 2025 • 08:00 WIB

Investor WTE Butuh Kepastian, Danantara Jelaskan Faktor Cashflow hingga Regulasi

Investor WTE Butuh Kepastian, Danantara Jelaskan Faktor Cashflow hingga RegulasiGedung Danantara. (Dok. Humas Setneg)

INDOZONE.ID - Sunata Tjiterosampurno, Senior Director of Investment Danantara Indonesia, menekankan adanya tiga aspek kepastian yang harus diperhatikan investor sebelum terlibat dalam proyek Waste-to-Energy (WTE).

“Kalau dikategorikan, yang penting ada tiga. Pertama adalah kepastian cashflow (arus kas), di mana itu bukan hanya hitung-hitungan di atas kertas, tapi berdasarkan operation and execution,” kata Sunata dalam diskusi panel Balairung Dialogue 2025 secara hibrida di Jakarta, dikutip dari ANTARA, Rabu (10/12/2025).

Menurut Sunata, stabilitas arus kas dapat terwujud jika ada kepastian mengenai jumlah sampah yang harus disuplai tiap kota ke lokasi pengolahan, ditambah kepastian pembelian listrik (offtaker) oleh PLN sebagai bagian dari Danantara Indonesia.

Baca juga: Menkeu Ungkap Empat Modus Eksportir Hindari Bea Keluar, Negara Berpotensi Rugi Besar

"Lalu, ini akan menentukan bankablity dan sustainablility dari proyek itu. Semua proyek infrastruktur tersebut mesti sustain, termasuk (dari segi) finansialnya," ujar dia.

Hal penting kedua bagi investor adalah alokasi dari risiko sesuai dengan peran masing-masing pemangku kepentingan, guna memastikan proyek WTE berjalan dengan baik.

“Simpelnya adalah siapa yang paling pantas mengambil risiko itu dan apa tugas dan peran dari masing-masing pihak, agar semuanya jalan. Alokasi risiko harus tepat: apa yang diambil oleh financial investor, apa yang diambil oleh pemerintah, oleh bank, dan oleh dana publik. Itu mesti pas,” kata Sunata lagi.

Lebih lanjut, aspek paling penting lainnya bagi investor adalah kepastian regulasi dari proyek itu sendiri.

“Ini karena pembangunan infrastruktur adalah jangka panjang, kurang lebih 15-20 tahun. Butuh perhatian dari kepastian regulasi itu sendiri. Sehingga (dampaknya) bukan hanya financial return, tapi juga economy impact,” kata Sunata.

Danantara Indonesia menghadirkan proyek WTE atau pembangunan stasiun Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) pada akhir Oktober 2025.

Baca juga: Wamendagri Ribka Haluk Terima Penghargaan Tokoh Percepatan Pembangunan Papua

Danantara bersama pemerintah menargetkan pembangunan 33 stasiun PSEL di berbagai daerah di Indonesia, masing-masing dengan kapasitas pengolahan 1.000 ton sampah per hari dan nilai investasi sekitar Rp2–3 triliun. 

Proyek WTE ini dipandang sebagai solusi jangka panjang yang menghubungkan isu lingkungan, kesehatan, dan energi, sekaligus mendukung pencapaian target Net Zero Emissions (NZE) Indonesia pada 2060.

Target Danantara pada program ini dinilai bisa mengurangi 80 persen gas rumah kaca nasional, dan setiap unit PSEL menghasilkan listrik hingga 15 megawatt (MW), hingga menghemat 90 persen penggunaan lahan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Investor WTE Butuh Kepastian, Danantara Jelaskan Faktor Cashflow hingga Regulasi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!