Menteri Haji Gus Irfan. (Arie Dwi Prasetyo/Z Creators)
INDOZONE.ID - Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, menegaskan bahwa pembangunan Kampung Haji sepenuhnya menjadi domain Danantara. Pemerintah hanya berperan sebagai pengguna fasilitas yang akan dibangun tersebut.
“Kampung Haji secara teknis, fisik, dan finance itu nanti domainnya Danantara. Kita hanya user di situ,” kata Gus Irfan usai rapat bersama DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (16/9/2025).
Baca juga: RKAP 2025 Disetujui DPR, Danantara Indonesia Bersiap Jalankan Investasi Strategis
Mengenai sumber anggaran, Gus Irfan menyebut hal itu juga menjadi kewenangan Danantara. Pihaknya belum bisa memastikan apakah proyek tersebut sepenuhnya dibiayai oleh perusahaan atau akan menggandeng investor lain.
“Yang tahu persis kebutuhan anggaran Danantara, apakah menggunakan uang Danantara semua atau investor lain, kita juga belum tahu,” ujarnya.
Menurutnya, skema pembangunan Kampung Haji itu sudah mendapat persetujuan Presiden. Meski begitu, Gus Irfan menegaskan Kementerian Haji dan Umrah hanya akan fokus pada optimalisasi pemanfaatan fasilitas setelah rampung.
Terkait penyelenggaraan ibadah haji 2026, Gus Irfan menyampaikan bahwa hingga kini belum ada penambahan kuota jamaah. “Sampai hari ini belum ada penambahan, jadi resmi juga belum keluar. Tapi kita sudah komunikasi, jawabannya tetap gunakan angka tahun lalu,” ungkapnya.
Baca juga: Danantara Kirim 36 Direksi BUMN ke Swiss Ikuti Top Gun Leadership Camp
Sementara itu, dalam rapat bersama DPR, pembahasan masih seputar anggaran haji 2026. Gus Irfan berharap dalam waktu dekat bisa dilakukan evaluasi yang lebih menyeluruh. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa bicara tentang yang lainnya selain anggaran,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan