Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 10 AGUSTUS 2025 • 17:43 WIB

Gula Petani Numpuk di Gudang, Danantara Siap Turun Tangan dengan Dana Rp1,5 Triliun

Gula Petani Numpuk di Gudang, Danantara Siap Turun Tangan dengan Dana Rp1,5 TriliunDanantara. (ANTARA)

INDOZONE.ID - Kabar baik buat para petani tebu! Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara alias Danantara Indonesia bakal gelontorin dana gede—nggak tanggung-tanggung, sampai Rp1,5 triliun—buat beli gula pasir hasil panen petani yang sampai sekarang masih ngendap di gudang pabrik.

Sekretaris APTRI (Asosiasi Petani Tebu Indonesia) wilayah Assembagoes, Situbondo, Herman Fauzi, bilang kalau informasi ini mereka dapat setelah APTRI pusat ngobrol bareng Kemenko Pangan dan Kemenko Perekonomian. Hasilnya? Danantara bakal masuk lewat PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) buat nyerap gula petani yang belum laku.

“Jadi minggu lalu kami koordinasi sama kementerian terkait, terus dikasih kabar bahwa Danantara siap bantu beli gula petani yang belum terjual,” kata Herman di Situbondo seperti yang dikutip ANTARA.

Baca juga: Danantara Indonesia Perkuat Kerja Sama Internasional untuk Standar Investasi Global

Masalahnya, udah sebulan lebih, ribuan ton gula di PG (Pabrik Gula) Assembagoes masih numpuk aja di gudang. Belum juga dibeli pedagang. Padahal, petani udah nunggu-nunggu bayaran dari hasil tebu yang digiling di sana.

Harga juga jadi masalah. Pedagang nawarin harga di bawah HAP (Harga Acuan Penjualan) yang seharusnya minimal Rp14.500 per kilo. “Ada yang nawar Rp14.350, bahkan ada juga yang cuma Rp14.200. Jelas petani rugi kalau jual segitu,” jelas Herman.

Herman curiga, salah satu penyebab harga anjlok adalah karena masuknya gula rafinasi ke pasaran. Padahal, gula jenis ini sebenarnya khusus buat industri makanan dan minuman, bukan buat konsumsi harian.

“Gula rafinasi tuh warnanya lebih putih, tapi nggak semanis gula pasir biasa. Dan yang pasti, harganya lebih murah,” tambahnya.

Baca juga: Danantara Indonesia University: Kampus Masa Depan dengan Sentuhan Korporat

Sementara itu, dari catatan pihak PG Assembagoes sendiri, ada sekitar 5.000 ton gula petani yang belum kejual. General Manajer PG Assembagoes, Mulyono, bilang kalau selama empat minggu terakhir, mereka belum bisa bayar petani karena gula hasil gilingan belum laku.

“Ya gimana, gula belum kejual, otomatis kami juga belum bisa bayar ke petani,” ujarnya.

Adanya suntikan dana dari Danantara ini, gula petani bisa segera terserap pasar, dan petani pun bisa bernapas lega setelah sebulan lebih nunggu bayaran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Gula Petani Numpuk di Gudang, Danantara Siap Turun Tangan dengan Dana Rp1,5 Triliun

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!