Ilustrasi apartemen. (Freepik/wirestock)
INDOZONE.ID - Jakarta sebagai kota metropolitan yang sibuk dan padat membuat banyak orang mencari hunian yang tidak hanya strategis tetapi juga nyaman, dan apartemen seringkali menjadi pilihan.
Namun, dengan keterbatasan lahan dan harga properti yang terus meningkat, apakah apartemen bisa menjadi salah satu pilihan hunian yang tepat khususnya di Jakarta?
Pengamat properti Anton Sitorus mengungkapkan bahwa apartemen dapat menjadi pilihan hunian yang tepat bagi mereka yang mencari tempat tinggal, tetapi hal ini sangat bergantung pada kemampuan dan preferensi masing-masing individu.
Baca juga: Kementerian BUMN Siap Perluas Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan di Indonesia
"Ya solusi itu tergantung masing-masing, artinya sudah pasti apartemen sebagai salah satu bentuk hunian ya, bisa saja jadi pilihan orang yang ingin mencari tempat tinggal, tapi tergantung kemampuan, tergantung preferensi, masing-masing jenis hunian itu kekurangan dan kelebihan," ujar Pengamat Properti Anton Sitorus saat diwawancarai Indozone, Kamis (26/6/2025).
Menurutnya, setiap jenis hunian memiliki kekurangan dan kelebihan, sehingga penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor tersebut sebelum membuat keputusan.
"Apartemen itu walaupun banyak kelebihan tapi kekurangan atau hal yang perlu diperhatikan kayak biaya tinggal di apartemen itu lebih mahal dibanding perumahan biasa, itu yang mesti disadarin orang-orang, karena tinggal di apartemen itu harus bayar servisnya, sinking fund, lalu ada aturan-aturan yang gak bisa sembarangan, nah itu istilahnya tinggal di satu tempat bersama, jadi ada aturan-aturan yang lebih ketat kalau dibandingkan dengan tinggal di perumahan," lanjutnya.
Oleh karena itu, penting bagi calon penghuni apartemen untuk memahami hal-hal tersebut sebelum membuat keputusan untuk tinggal di apartemen.
Lebih lanjut, Pengamat Properti Anton juga menambahkan, "Kita juga tahu kalau misalnya ngomongin soal generasi milenial itu banyak yang menyimpulkan preferensi generasi milenial terhadap perumahan itu mungkin bukan yang nomor satu, tapi ada hal-hal lain seperti kayak kebutuhan akan gadget, liburan, travelling, jadi tergantung bagaimana orang itu menempatkan kebutuhan tempat tinggal dalam prioritasnya, apakah itu prioritas satu, dua, atau tiga."
Baca juga: Koperasi Desa Merah Putih Bisa Pinjam Dana ke Bank Negara Mulai 1 Juli 2025
Jika memiliki prioritas utama, seseorang harus melakukan segala upaya untuk mencapai tujuan tersebut. Artinya, jika seseorang sangat menginginkan sesuatu, maka dia harus berjuang keras untuk mendapatkannya.
"Tentu kalau itu memang prioritas utama, pastinya dia harus melakukan segala usaha untuk mendapatkan yang diinginkan." kata Anton Sitorus.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, seseorang dapat membuat keputusan yang lebih bijak dalam memilih hunian yang sesuai dengan prioritas dan kemampuan mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara