Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 26 JUNI 2025 • 12:13 WIB

Kuasa Usaha Kedubes Korsel Sambut Minat Danantara Kembangkan Industri Hiburan Seperti Kpop dan Drakor

Kuasa Usaha Kedubes Korsel Sambut Minat Danantara Kembangkan Industri Hiburan Seperti Kpop dan DrakorKuasa Usaha Kedutaan Besar Korea Selatan untuk Indonesia Park Soo-Deok. (ANTARA/Kuntum Riswan.)

INDOZONE.ID - Pemerintah Korea Selatan menunjukkan antusiasme terhadap rencana kerja sama dengan Indonesia di sektor media dan hiburan, khususnya dalam pengembangan industri seperti KPop dan Drama Korea (drakor) 

Minat ini datang dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) yang ingin mempelajari strategi sukses Korea Selatan dalam menjadikan hiburan mereka fenomena global.

Hal ini diungkapkan oleh Park Soo-Deok, Kuasa Usaha Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta, saat menanggapi pernyataan Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, dalam acara Korea-Indonesia Economic Partnership Forum yang berlangsung di Jakarta, seperti yang dikutip dari ANTARA.

"Saya senang mendengar bahwa Danantara membuka peluang kolaborasi di bidang media dan hiburan. Dengan besarnya minat masyarakat Indonesia terhadap drama Korea dan K-Pop, ini bisa menjadi kerja sama yang sangat potensial bagi kedua negara," ujar Park.

Baca juga: Danantara Ingin Belajar Investasi Dari Pemerintah Korea Lewat Kpop dan Drakor

Menurut Park, Indonesia merupakan pasar yang sangat menjanjikan untuk konten hiburan karena memiliki populasi besar dan generasi muda yang akrab dengan tren digital.

Oleh karena itu, ia menilai kerja sama ini bisa memperluas pengaruh budaya bukan hanya dari Korea ke Indonesia (dikenal sebagai K-Wave), tapi juga sebaliknya—mendorong lahirnya gelombang budaya Indonesia atau I-Wave.

Park juga menekankan pentingnya posisi Indonesia bagi Korea Selatan, baik dari sisi ekonomi maupun politik. Indonesia, katanya, merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang memiliki kemitraan strategis khusus dengan Korea Selatan. Selain itu, Korea saat ini tercatat sebagai investor asing terbesar ketujuh di Indonesia.

"Banyak pelaku bisnis Korea yang tertarik menjalin kerja sama dan berinvestasi di Indonesia. Tugas kami adalah terus memperkuat hubungan antar pelaku usaha demi keuntungan bersama," lanjut Park.

Dalam kesempatan tersebut, Park juga menyampaikan bahwa Presiden Korea Selatan, Lee Jae-Myung, secara resmi telah mengundang Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC yang akan digelar di Korea Selatan pada Oktober 2024.

Baca juga: Vice President Indodax: Tren Investasi Beralih ke Bitcoiin Saat Harga Emas Dunia Anjlok

Undangan ini disampaikan dalam percakapan telepon pertama antara kedua kepala negara pada Senin, 23 Juni. Dalam pembicaraan itu, kedua pemimpin membahas berbagai sektor strategis yang dapat menjadi fokus kerja sama lebih lanjut—termasuk energi terbarukan, produksi kendaraan listrik dan baterai, pengolahan limbah, hingga investasi di bidang kesehatan.

Mereka juga menyinggung tantangan global saat ini, seperti ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kebijakan tarif perdagangan oleh Amerika Serikat, yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi internasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kuasa Usaha Kedubes Korsel Sambut Minat Danantara Kembangkan Industri Hiburan Seperti Kpop dan Drakor

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!