Selasa, 07 APRIL 2026 • 16:20 WIB

Perbedaan Passive Income dan Active Income, Mana yang Kamu Butuhkan?

Author

Ilustrasi Passive Income dan Active Income. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Berbicara soal penghasilan, pasti kamu sering dengar istilah active income dan passive income.

Nah, biar nggak salah paham dan bingung menentukan mana yang cocok untuk kamu, yuk pahami perbedaan keduanya.

Baca juga: Pengeluaran Boncos Usai Lebaran? Ini Cara Atur Cash Flow Biar Tetap Aman Sampai Gajian Lagi

Apa Itu Active Income dan Passive Income?

Secara umum, active income adalah penghasilan yang kamu dapat karena kerja langsung. Artinya, kamu harus hadir dan aktif agar uangnya masuk. Contohnya gaji, freelance, atau hasil bisnis yang kamu jalankan sendiri.

Sementara itu, passive income adalah penghasilan yang tetap jalan meskipun kamu nggak terus-menerus terlibat. Biasanya, ini tetap butuh effort atau modal di awal sebelum akhirnya bisa mengalir.

Perbedaan Passive Income dan Active Income

Agar semakin jelas, ini dia beberapa perbedaan utamanya.

1. Sumber Penghasilan

Active income datang dari kerja langsung, seperti:

  • Gaji bulanan
  • Freelance
  • Side job

Sedangkan passive income berasal dari aset atau investasi, misalnya:

  • Saham
  • Deposito
  • Properti

Biasanya, sumber passive income ini dibangun dari hasil active income yang disisihkan.

Baca juga: 4 Cara Menghemat Keuangan di Era Serba Qris

2. Cara Kerja

Kalau active income, kamu harus kerja terus agar tetap dapat uang. Begitu berhenti, penghasilan juga ikut berhenti.

Berbeda dengan passive income yang cenderung lebih otomatis. Setelah sistemnya jadi, uang bisa tetap masuk tanpa harus kerja tiap waktu.

3. Manfaat

Active income biasanya jadi sumber utama untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara, passive income lebih masuk ke tambahan yang membuat kondisi finansial jadi lebih fleksibel dan aman.

4. Cara Mendapatkan

Untuk dapat active income, kamu wajib menyelesaikan pekerjaan dulu. Sedangkan passive income, selama asetnya sudah ada, kamu tetap bisa dapat penghasilan meskipun nggak aktif bekerja setiap saat.

Baca juga: 5 Cara Mengatur Keuangan Ala Orang Jepang yang Bikin Tabungan Cepat Nambah!

5. Besaran Penghasilan

Penghasilan aktif cenderung variatif, tergantung jenis pekerjaan, pengalaman, hingga jam kerja.

Sementara passive income lebih terukur karena bergantung pada modal awal dan persentase keuntungan atau bunga.

6. Risiko

Passive income sering dianggap lebih berisiko, terutama kalau berasal dari investasi.

Tapi bukan berarti active income aman sepenuhnya. Risiko tetap ada, misalnya:

  • Kehilangan pekerjaan
  • Kondisi kesehatan
  • Perusahaan bangkrut

Baca juga: Gaji UMR Mau Punya Rumah? Ini 7 Tips Menabung yang Bisa Dicoba

7. Pajak

Pajak untuk kedua jenis penghasilan ini berbeda-beda, tergantung aturan yang berlaku.

Umumnya, penghasilan aktif memiliki beban pajak yang lebih tinggi karena mencakup gaji, bonus, dan keuntungan usaha.

Mana yang lebih cocok untuk kamu bukan soal pilih salah satu, tapi bagaimana kamu bisa memanfaatkan keduanya.

Active income penting untuk menjalani kehidupan saat ini, sementara passive income bantu kamu bangun keamanan finansial ke depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Sahabat Pengadaian

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU