INDOZONE.ID - Berbicara soal penghasilan, pasti kamu sering dengar istilah active income dan passive income.
Nah, biar nggak salah paham dan bingung menentukan mana yang cocok untuk kamu, yuk pahami perbedaan keduanya.
Baca juga: Pengeluaran Boncos Usai Lebaran? Ini Cara Atur Cash Flow Biar Tetap Aman Sampai Gajian Lagi
Apa Itu Active Income dan Passive Income?
Secara umum, active income adalah penghasilan yang kamu dapat karena kerja langsung. Artinya, kamu harus hadir dan aktif agar uangnya masuk. Contohnya gaji, freelance, atau hasil bisnis yang kamu jalankan sendiri.
Sementara itu, passive income adalah penghasilan yang tetap jalan meskipun kamu nggak terus-menerus terlibat. Biasanya, ini tetap butuh effort atau modal di awal sebelum akhirnya bisa mengalir.
Perbedaan Passive Income dan Active Income
Agar semakin jelas, ini dia beberapa perbedaan utamanya.
1. Sumber Penghasilan
Active income datang dari kerja langsung, seperti:
- Gaji bulanan
- Freelance
- Side job
Sedangkan passive income berasal dari aset atau investasi, misalnya:
- Saham
- Deposito
- Properti
Biasanya, sumber passive income ini dibangun dari hasil active income yang disisihkan.
Baca juga: 4 Cara Menghemat Keuangan di Era Serba Qris
2. Cara Kerja
Kalau active income, kamu harus kerja terus agar tetap dapat uang. Begitu berhenti, penghasilan juga ikut berhenti.
Berbeda dengan passive income yang cenderung lebih otomatis. Setelah sistemnya jadi, uang bisa tetap masuk tanpa harus kerja tiap waktu.
3. Manfaat
Active income biasanya jadi sumber utama untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara, passive income lebih masuk ke tambahan yang membuat kondisi finansial jadi lebih fleksibel dan aman.
4. Cara Mendapatkan
Untuk dapat active income, kamu wajib menyelesaikan pekerjaan dulu. Sedangkan passive income, selama asetnya sudah ada, kamu tetap bisa dapat penghasilan meskipun nggak aktif bekerja setiap saat.
Baca juga: 5 Cara Mengatur Keuangan Ala Orang Jepang yang Bikin Tabungan Cepat Nambah!
5. Besaran Penghasilan
Penghasilan aktif cenderung variatif, tergantung jenis pekerjaan, pengalaman, hingga jam kerja.
Sementara passive income lebih terukur karena bergantung pada modal awal dan persentase keuntungan atau bunga.
6. Risiko
Passive income sering dianggap lebih berisiko, terutama kalau berasal dari investasi.
Tapi bukan berarti active income aman sepenuhnya. Risiko tetap ada, misalnya:
- Kehilangan pekerjaan
- Kondisi kesehatan
- Perusahaan bangkrut
Baca juga: Gaji UMR Mau Punya Rumah? Ini 7 Tips Menabung yang Bisa Dicoba
7. Pajak
Pajak untuk kedua jenis penghasilan ini berbeda-beda, tergantung aturan yang berlaku.
Umumnya, penghasilan aktif memiliki beban pajak yang lebih tinggi karena mencakup gaji, bonus, dan keuntungan usaha.
Mana yang lebih cocok untuk kamu bukan soal pilih salah satu, tapi bagaimana kamu bisa memanfaatkan keduanya.
Active income penting untuk menjalani kehidupan saat ini, sementara passive income bantu kamu bangun keamanan finansial ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sahabat Pengadaian