INDOZONE.ID - Tidak ada salahnya untuk belajar dari kesalahan para pengusaha yang mengalami kegagalan saat memulai berbisnis. Ternyata ada banyak alasan yang membuat usaha mereka gagal
Pemilik bisnis baru sering kali kesulitan dalam menemukan modal, pemasok, dan pelanggan.
Untuk berhasil, mereka harus mempersiapkan diri terhadap risiko ini melalui perencanaan yang matang dan waktu yang tepat.
Deretan Alasan Mengapa Bisnis Gagal
Berikut ini ada beberapa alasan mengapa mereka gagal saat memulai bisnisnya, seperti yang dikutip dari investopedia.com.
Baca juga: 8 Ide Bisnis untuk Anak Muda, Belajar Jadi Enterpreneur Sejak Dini
Kurangnya Riset Pasar
Banyak wirausahawan baru menemukan peluang atau kebutuhan pasar yang belum terpenuhi, lalu mencoba memenuhinya—alih-alih memaksakan produk atau layanan kepada pasar.
Lebih mudah untuk memenuhi kebutuhan yang sudah ada daripada menciptakan kebutuhan baru dan meyakinkan orang untuk membelinya.
Pemilik bisnis harus membuat proyeksi realistis mengenai target pasar dan perkiraan penjualan di masa depan.
Masalah dalam Bussiness Plan
Rencana bisnis yang kokoh dan realistis adalah dasar dari bisnis yang sukses. Wirausahawan harus menetapkan tujuan yang bisa dicapai, cara bisnis akan mencapainya, serta memetakan masalah dan solusi yang mungkin muncul.
Rencana ini juga harus memuat perkiraan biaya dan kebutuhan sumber daya, serta strategi dan timeline pelaksanaan.
Baca juga: Bisnis UMKM Berkembang Pesat karena Banyak Pilihan Kemudahan
Rencana bisnis tradisional bersifat menyeluruh dan seringkali diminta oleh pemberi pinjaman atau investor. Small Business Administration (SBA) menyediakan panduan pembuatan rencana bisnis di situs web mereka.
Modal Awal yang Terlalu Sedikit
Bisnis rintisan sering kesulitan mendapatkan pembiayaan untuk membawa produk ke pasar. Sumber pendanaan umum mencakup investor malaikat (angel investor), modal ventura, dan pinjaman bank konvensional.
SBA juga menawarkan berbagai program pinjaman. Pemilik baru disarankan untuk mencari berbagai jalur pendanaan dan memahami bidang ini lebih dalam.
Tips: SBA menawarkan pinjaman untuk bisnis baru dan kecil mulai dari $500 hingga $5,5 juta.
Lokasi Buruk atau Minim Kehadiran di Media Sosial
Banyak bisnis mengandalkan lokasi fisik untuk menarik pelanggan. Namun, lokasi di internet dan kekuatan media sosial kini sama pentingnya.
Strategi pemasaran harus disesuaikan: papan iklan besar mungkin tidak cocok untuk bisnis daring, sebagaimana iklan online tidak tepat untuk bisnis konstruksi berat.
Terlena Setelah Sukses Awal
Setelah bisnis berdiri dan pelanggan mulai berdatangan, pemilik tidak boleh menjadi lengah. Wirausahawan harus terus memantau pasar dan siap menyesuaikan rencana bisnis jika diperlukan.
Baca juga: 5 Alasan Gen Z Cenderung Pilih Nyewa Apartemen Dibanding Nyicil KPR
Menyadari tren kunci lebih awal memberi waktu untuk menyusun strategi baru agar bisnis tetap relevan dan sukses.
Ekspansi Terlalu Cepat
Ekspansi yang terburu-buru tanpa perencanaan matang bisa membuat keuangan bisnis terkuras dan bahkan menghentikan operasional.
Bisnis yang tumbuh terlalu cepat bisa kewalahan memenuhi kewajiban terhadap karyawan, pemasok, dan pelanggan, menciptakan jebakan pertumbuhan.
Pertumbuhan yang seimbang memerlukan strategi perlahan dengan arus kas yang memadai.
Baca juga: UMKM Bikin Banyak Lini Bisnis Bertumbuh, Wamen Helvi Minta Perkuat Ekosistemnya
Bila ditarik garis apa saja yang penting dalam artikel di atas, maka hal yang perlu diingat sebelum memulai bisnis adalah: pertama, riset pasar sangat penting sebelum memulai bisnis.
Kedua, rencana bisnis yang baik menjadi panduan utama bagi wirausahawan baru.
Keiga, banyak bisnis baru tidak berhasil menghimpun modal awal yang cukup karena belum memiliki pendapatan yang stabil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Investopedia.com