Pengusaha Kenny Koesoemo dengan konsep Fragrance Lybrary. (Handout)
INDOZONE.ID - Dunia retail Indonesia kedatangan angin segar lewat kehadiran sebuah konsep unik yang menggabungkan eksplorasi produk secara langsung dengan pengalaman yang imersif. Salah satu sorotan dari konsep ini adalah hadirnya Tomorrow World yang disebut sebagai Perpustakaan Parfum.
Perpustaakn parfum yang dimaksud adalah sebuah ruang yang memungkinkan pengunjung mencium dan memahami ratusan aroma parfum dari berbagai brand lokal sebelum membeli—sebuah pendekatan yang masih jarang ditemukan di Indonesia, bahkan Asia.
Gagasan di balik konsep perpustakaan parfum Tomorrow World ini lahir dari keresahan seorang pengusaha berpengalaman di industri retail, Kenny Koesoemo. Menurutnya, pengalaman membeli parfum selama ini terlalu mengandalkan tebakan—banyak orang melakukan blind buy tanpa benar-benar tahu seperti apa aroma yang mereka pilih.
“Padahal, banyak parfum lokal yang kualitasnya luar biasa. Sayangnya, kita jarang punya kesempatan untuk benar-benar mencoba dan mengenalnya lebih dulu,” ujar Kenny saat peresmian.
Baca juga: Kisah Lisa Widyawati, dari Mantan Pekerja Migran Korban Penipuan hingga Jadi Pengusaha Ecoprint
Lewat inovasinya ini, Kenny ingin menciptakan ruang eksplorasi yang edukatif sekaligus menyenangkan. Pengunjung bisa mengeksplorasi lebih dari 1.000 artikel parfum dari berbagai produsen lokal, mendapatkan informasi mendalam soal karakter aroma, hingga kisah di balik penciptaannya.
Pengusaha Kenny Koesoemo dengan konsep Fragrance Lybrary saat peresmian Tomorrow World. (Handout)
Konsep ini bukan hanya tentang menjual produk, tapi juga membangun koneksi antara konsumen dengan dunia wewangian secara lebih intim dan personal.
Kenny sendiri bukan sosok baru di dunia usaha. Dengan latar belakang pendidikan bisnis di Singapura dan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri retail, ia telah melihat langsung perubahan pola belanja masyarakat.
Sebagai generasi kedua dari sebuah brand fashion lokal, ia memahami pentingnya menghadirkan pengalaman belanja yang tak hanya transaksional, tetapi juga emosional dan menyenangkan.
Melalui pendekatan kreatif ini, ia berharap bisa mendorong pertumbuhan brand lokal dan memperluas apresiasi publik terhadap produk-produk buatan dalam negeri.
Perpustakaan Parfum menjadi contoh nyata bagaimana inovasi dalam dunia retail tak selalu harus berbasis teknologi tinggi—kadang cukup dengan empati dan keinginan untuk menghadirkan pengalaman yang lebih manusiawi.
Baca juga: Cara Sandiaga Uno untuk Tumbuhkan Minat Milenial Jadi Pengusaha Muda
Kini, ide tersebut menjadi bagian dari sebuah destinasi ritel tematik yang lebih luas, yang ia bangun untuk menjadi wadah bagi berbagai brand lokal dan komunitas kreatif. Namun, inti dari semuanya tetap sama: menciptakan ruang bagi konsumen untuk menemukan, mencoba, dan merasakan—tanpa tekanan, dan dengan penuh rasa ingin tahu.
Konser perpustakaan parfum di Tomorrow. (Handout)
Bertempat di Lower Ground Lippo Mall Nusantara, Tomorrow World resmi dibuka untuk umum mulai Jumat, 13 Juni 2025 kemarin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pers Rilis